Tampilkan postingan dengan label Aktual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktual. Tampilkan semua postingan

1 Juli 2022

Yes, Gaji ke-13 Cair Mulai Hari Ini!

Tipsiana.com - Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan gaji ke-13 akan mulai dicairkan besok, 1 Juli 2022. Kementerian/lembaga sebelumnya telah mengajukan surat perintah membayar (SPM) kepada KPPN.

"Gaji ke-13 akan dibayarkan mulai 1 Juli 2022 besok," kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto kepada Medcom.id, Kamis, 30 Juni 2022.



Hingga pagi tadi, ia menyebut, sudah ada 14 ribu lebih satuan kerja (satker) dari kementerian/lembaga yang telah mengajukan pencairan gaji ke-13. Hadiyanto mengatakan, total pencairan yang diajukan mencapai Rp8,4 triliun.

"Sampai dengan pukul 10.00 hari ini jumlah satker yang sudah mengajukan SPM Gaji ke-13 sebanyak 14.281 satker untuk 1.785.344 pegawai dengan nilai Rp8,4 triliun. Tidak ada kendala proses pengajuan gaji ke-13," ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh KPPN sudah berkoordinasi dengan satuan kerja mitra kerjanya untuk mengawal proses pengajuan gaji ke-13. Bahkan menurutnya, seluruh kementerian/lembaga sudah mengajukan permintaan pembayaran gaji ke-13.

Pemerintah sebelumnya menyiapkan anggaran sebesar Rp35,5 triliun untuk pembayaran gaji ke-13 yang rencananya akan dicairkan mulai Juli mendatang. Ini terdiri dari gaji ke-13 sebesar Rp11,5 triliun bagi para ASN di kementerian/lembaga, termasuk TNI/Polri.

Untuk ASN di pemerintah daerah, alokasi sebesar Rp15 triliun melalui dana alokasi umum (DAU), serta dapat ditambah sesuai dengan kemampuan APBD masing-masing. Sedangkan dari Bendahara Umum Negara (BUN) disediakan Rp9 triliun untuk para pensiunan.

Jika dirinci, pencairan gaji ke-13 ini diberikan kepada aparatur negara di pemerintah pusat termasuk TNI/Polri sebanyak 1,79 juta pegawai, aparatur negara di pemerintah daerah 3,65 juta pegawai, serta para pensiunan yang mencapai 3,32 juta jiwa.

29 Juni 2022

Holywings Disikat, Reaksi Hotman Paris soal Nasib Karyawan: 2.850 orang beragama Islam

Tipsiana.com - Holywings membuat heboh setelah memberikan promosi minuman gratis bagi yang memiliki nama Muhammad dan Maria. Kegaduhan ini bahkan sampai membuat klub malam tersebut dicabut izin usahanya oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Pengacara kondang Hotman Paris pun angkat bicara terkait hal tersebut. Menurutnya, setiap outlet berbeda, bahkan memiliki badan hukum yang tidak sama. "Staf yang ditahan bukan pegawai dari 12 outlet yang ditutup," ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Ia juga mengomentari terkait jumlah pekerja Holywings yang memiliki kurang lebih 3.000 orang pegawai. "Sebanyak 2.850 orang beragama Islam," ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Hotman Paris diketahui merupakan salah satu pemegang saham Holywings. Artis Nikita Mirzani juga memiliki posisi serupa.



Manajemen tidak membeberkan rincian dana yang keduanya gelontorkan. Namun, keduanya resmi menjadi pemegang saham sejak Mei 2021.

Seperti diketahui, Holywings belakangan menjadi isu hangat. Bahkan, izin usahanya dicabut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengungkapkan, pencabutan izin usaha di semua outlet Holywings akibat adanya temuan sejumlah pelanggaran.

"Pertama, hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi," papar Andhika dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari website ppid.jakarta.go.id, Senin (27/6/2022).

Adapun KBLI kepanjangan dari Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia adalah sertifikat yang harus dimiliki oleh operasional usaha bar, yakni tempat yang menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol.

Selain itu, Holywings melanggar ketentuan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta. Pelaku usaha disebut hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol.

Rusia Akan Hentikan Perang dengan Ukraina, Syaratnya : Letakkan Senjata Mereka

Tipsiana.com - Dilansir TribunWow.com, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, bahkan menjanjikan perang tersebut dapat berakhir hari itu juga.

Hanya saja, ia meminta agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan pasukannya untuk menurunkan senjata.

Pernyataan tersebut diungkapkan Peskov di hadapan media yang kemudian dikutip oleh TASS.




Mengomentari pernyataan Zelensky yang ingin mengakhiri permusuhan sebelum dingin datang, Peskov menyebut konflik bisa diselesaikan segera.

Bahkan, pertempuran tersebut dapat berhenti sebelum hari ini berakhir.

“Pihak Ukraina dapat mengakhiri semua ini sebelum akhir hari ini," ungkap Peskov, Selasa (28/6/2022).

Agar Rusia berhenti menyerang Ukraina, Peskov pun memberikan sejumlah syarat.

Antara lain agar Presiden memerintahkan pasukannya untuk meletakkan senjata.


Kemudian, Ukraina diharuskan memenuhi semua permintaan Rusia.

"Sebuah perintah diperlukan bagi unit-unit nasionalis untuk meletakkan senjata mereka, sebuah perintah diperlukan bagi militer Ukraina untuk meletakkan senjata mereka; dan mereka harus memenuhi semua tuntutan Rusia," beber Peskov.

"Kemudian semuanya akan selesai sebelum hari berakhir."

"Segala sesuatu yang lain hanyalah spekulasi kepala negara Ukraina," tambah juru bicara itu.
Ia kemudian menerangkan bahwa invasi yang disebutnya operasi militer khusus itu ditujukan untuk memenuhi fungsi yang ditentukan Putin.

"Kami mengarahkan diri pada pernyataan yang dibuat oleh Presiden kami bahwa operasi militer khusus berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuannya," kata Peskov.

Ketika ditanya apakah pihak Rusia memiliki perkiraan jangka waktu untuk akhir operasi khusus, Peskov menjawab singkat.

"Tidak," pungkasnya.

20 April 2015

Inilah 10 Krisis Moneter Terburuk Dalam Sejarah

Per 24 Agustus 2015, Rupiah makin terpuruk di kisaran Rp. 14.000,- per Dollar AS.  Harapan banyak orang terhadap pemerintahan baru untuk dapat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia kini semakin tipis.

17 April 2015

Simpanse Pukul Jatuh Drone Pembuat Film

Tampaknya bukan hanya manusia yang membutuhkan privasi. Simpanse penghuni kebun binatang Burgers 'Zoo telah membuktikan sekali lagi bagaimana hebatnya kecerdasan mereka. Sebuah teknologi dapat dikalahkan oleh senjata alami.

Pada Jumat pagi, April 10, 2015 dijadwalkan pengambilan gambar dokumentasi tentang kehidupan simpanse dengan pesawat tak berawak (drone),  di salah satu kebun binatang di Belanda. Namun ternyata kehadiran drone tersebut membuat para simpanse merasa sangat terganggu. Saat drone terbang melintasi kandang mereka, mereka pun telah merencanakan penyerangan tak terduga.

14 April 2015

Menjelajahi Indahnya Kenawa dari Angkasa

Bagi para traveler, Pulau Kenawa mungkin sudah tidak asing lagi, mulai dari pengunjung lokal hingga traveler mancanegera sudah pernah mengunjungi pulau ini. Pulau eksotis yang terletak di timur Indonesia ini tepatnya berada di kabupaten Sumbawa Barat provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan destinasi terbaik untuk anda berpetualang. Anda akan disajikan pemandangan yang sangat menakjubkan dengan pantai bening berpasir putih dan padang rumput Savana di sepanjang pulau.

7 April 2015

Lima Tempat Paling Berbahaya di Rumah Anda

Home sweet home, begitulah gambaran ideal akan rumah yang nyaman dan aman. Namun bahaya bisa datang dari rumah yang kita anggap sebagai 'surga pribadi' ini,  hanya karena kelalaian dan ketidakhati-hatian. Kebanyakan kecelakaan yang terjadi di dalam rumah diakibatkan oleh human error. Tindakan yang kadang sengaja dilakukan dengan mengabaikan akibat yang ditimbulkan. Walau sebenarnya kita tahu akibat dari tindakan kita.

Beberapa tempat berikut adalah tempat-tempat yang rawan akan bahaya. Dengan memahami bahaya di tempat-tempat berikut, diharapkan dapat mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dan melakukan tindakan preventif sebelum bahaya itu terjadi.