12 Mei 2018

Ternyata, Dalam 5 Tahun ini Nilai Gaji Anda Diam-diam Terpotong 53%

Tipsiana.com - Ekonomi makin susah, kalimat ini seakan menjadi perbincangan pilu diantara para ibu-ibu yang berbelanja di warung karena belanjaan kian lama kian mahal. Ironisnya, kenaikan barang kebutuhan tak diimbangi dengan pendapatan yang cenderung tak meningkat.

Yang tak banyak kita tahu, ternyata tak hanya harga-harga naik saja yang menjadi beban. Diam-diam, nilai rupiah yang makin terjun bebas ternyata juga mempengaruhi pendapatan kita. Akun twitter @Strategi_Bisnis membongkar kenyataan pahit ini. Tak tanggung-tanggung, menurutnya, nilai rupiah kita selama 5 tahun terakhir telah tergerus hingga 53%. Yang artinya, karena pelemahan rupiah dan inflasi dalam 5 tahun ini, diam-diam nilai gaji kita telah dipotong separuhnya!


Berikut petikan ciutan @Strategi_Bisnis di twitter:

Selama 5 thn terakhir, rupiah telah kehilangan valuenya thd dollar 26%. 
Selama 5 thn, akumulasi angka inflasi 27%. 
Artinya selama 5 thn daya beli rupiah anda kehilangan nilainya total 53%. 
Itu ibarat gaji anda diam2 dipotong 53% dan anda tetap tenang2 saja. 

Tahun 2014 dollar sekitar Rp 11 ribu. Saat ini sdh tembus Rp 14 ribu. 
Dg kata lain nilai rupiah kita anjlok hingga 26%. 
Krn imported inflation, harga sebagian barang impor spt gadget akan naik. 
Daya beli anda diam2 tergerus hingga 26%. Scary.


Kejatuhan rupiah hingga 26% dlm 5 tahun terakhir adalah fakta muram yg layak diratapi. 
Ibaratnya kalau Anda punya Rp 10 juta maka nilainya hilang Rp 2.6 juta - cukup buat beli Xiaomi yak. Dan tren kejatuhan hingga Rp 14 ribu ini tampaknya masih akan berlanjut.

Selama 5 tahun, akumulasi angka inflasi adalah 27%. 
Dg kata lain nilai uang Anda benar2 kehilangan nilainya hingga 27%. Busyet. 
Nilai uangmu yg 5 tahun lalu 10 juta, hari ini hilang 2.7 juta. 
Dan kita semua santai2 saja. Mantappp.

Maka benar kata ekonom bahwa inflasi sejatinya adalah pencuri uang kita yg paling ulung dan tak pernah berhasil ditangkap pak Polisi.

Sumber : https://twitter.com/Strategi_Bisnis/status/995111394205880320

loading...