20 September 2018

Kuasai Pikiran Orang Lain Dengan 13 Trik Sederhana Ini

Tipsiana.com - Pernahkah kamu bermimpi punya kemampuan mengendalikan pikiran orang lain? Sebenarnya mudah untuk membuat orang melakukan beberapa hal tanpa mereka sadar kalau kamulah yang membuat mereka melakukannya.

Yang perlu kamu lakukan adalah cukup mempelajari 13 trik psikologi berikut ini. Kamu akan takjub betapa mudahnya menguasai pikiran orang lain. Tentu saja ini butuh latihan dan tingkat percaya diri yang tinggi, dan akan menjadi sedikit lebih sulit diterapkan pada orang yang memiliki mental kuat.


1. Membuat Orang Lain Setuju

Saat kamu mengajukan permintaan pada orang lain, buat mereka setuju denganmu dengan cukup menganggukkan kepala. Tindakan ini membuat mereka percaya bahwa apa yang Anda katakan itu benar dan bahwa mereka harus mengangguk "ya" juga. Ini memanipulasi pikirannya sebagai makhluk sosial.

2. Pengkondisian Kata

Ketika sedang melakukan percakapan dengan orang lain, pilih satu kata yang pernah ia ucapkan, lalu setiap ia mengucapkan kembali kata itu atau kata yang mirip dengan itu, tersenyumlah, anggukkan kepala, atau beri ia semacam afirmasi positif. Perhatikan perubahannya, di satu titik ia akan mulai mengulang kata tersebut terus menerus.

3. Trik Brokoli

Kamu ingin anak-anak mudah memakan sayur brokolinya? Coba minta mereka untuk memilih apakah mau makan 2 potong atau 5 potong brokoli. Dengan cara ini, pilihan mereka bukan pada mau atau tidak mau makan sayur, tapi pilihannya mau berapa banyak meraka makan brokoli.

Dengan memberi mereka pilihan antara lebih rendah dan lebih tinggi, kamu membuat mereka merasa bisa mendapatkan 'pilihan jahat' yang lebih sedikit diantara dua pilihan tadi. Trik ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Efek Zeigarnik

Pernah merasa ada lagu yang nyangkut di kepalamu? Pikirkan (atau nyanyikan) kalimat terakhir dari lagu tersebut. Pikiran kita cenderung akan terus memikirkan tentang tugas-tugas yang belum selesai, ini disebut sebagai Efek Zeigarnik. Dengan memikirkan akhir lagu, kamu memberikan sinyal ke otak bahwa tugasnya telah selesai, dan lagu tersebut tak lagi nyangkut di kepala.

5. Membangun Daya Tarik

Ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, saat hendak berjabat tangan, pastikan tanganmu terasa hangat. Sebuah jabat tangan yang hangat akan lebih mengesankan dibanding tangan yang dingin.

Anda juga harus secara halus meniru postur dan tindakannya, karena itu akan membangun kepercayaan dan membuatnya merasa cocok denganmu.

6. Mendapatkan Informasi

Ingin teman bisa terbuka padamu? Bertanyalah padanya, buat kontak mata terus-menerus  dan tetap diam selama beberapa detik. Ia akan 'dipaksa' untuk terus bicara, meskipun mungkin ia akan merasa sedikit jengkel, namun ia akan terus bicara.

7.  Gunting, Kertas, Batu

Ingin jadi juara tak terkalahkan dalam permainan gunting, kertas, batu? Cukup tanyakan sebuah pertanyaan sebelum permainan dimulai. Jika kamu bertanya sesaat sebelum aba-aba 'gunting, kertas, batu' dimulai, mereka akan hampir selalu menjadi bertahan dan selalu memilih 'gunting'.


8. Aku Tahu Apa yang Kamu Pikirkan

Ingin meyakinkan anak-anak kalau kamu adalah seorang paranormal? Jika kamu melihat anak sedang berbuat nakal tanpa ia tahu terlihat olehmu, berpalinglah selama beberapa detik. Saat memunggunginya, panggil anak dan sebutkan tingkah nakalnya tanpa berpaling. Mereka akan yakin kalau kamu bisa membaca pikirannya.

9. Nasihat Orangtua

Ingin orang bisa memperhatikanmu dengan serius? Bilang padanya bahwa saran yang kamu sampaikan adalah saran yang diberikan Ayahmu. Orang akan cenderung lebih menerima dan percaya pada nasihat orangtua.


10. Konfrontasi

Jika kamu melihat seseorang akan mendebatmu dalam sebuah rapat, duduklah tepat bersebelahan dengannya. Ini akan menjadi situasi yang canggung untuk berbicara tajam atau menjadi agresif pada orang yang dekat dengannya. Tak ada orang yang mau duduk bersebelahan dengan orang yang baru saja dicercanya, ambil keuntungan dari situasi ini.

11. Menangkap Penguntit

Kamu takut seseorang menguntitmu? Berpura-puralah menguap sambil melirik orang yang kamu curigai mengikutimu. Karena menguap itu menular, mereka akan otomatis menguap juga, dari situ Anda bisa pastikan orang tersebut memang sedang mengikuti Anda.

12. Membuka Jalan di Kerumunan Orang

Jalanmu terhalang oleh kerumunan orang? cukup lihat kearah tujuan kamu dan pandang terus seakan terbentuk garis lurus kearah yang dituju. Pada area yang sibuk, orang-orang biasanya memperhatikan orang lain untuk melihat kemana mereka bergerak agar tidak bertubrukan. Dengan melihat kearah tujuanmu, orang lain akan menjauhi jalur yang akan kamu lewati.

13. Memerintah orang lain tanpa ia sadari

Jika kamu ingin temanmu membawakan sesuatu untukmu, contoh, jika kamu baru saja membeli buku dan ingin temanmu yang membawanya, yang harus kamu lakukan adalah terus bicara sambil menyerahkan bungkusan buku tersebut kepadanya. Kebanyakan orang akan otomatis mengambil bungkusan tersebut tanpa berpikir. Meski begitu, beberapa orang mungkin akan menjadi bingung, dan hanya sedikit bahkan sangat jarang ada orang yang menolaknya. Trik ini disebut 'The Talk and Pile".

18 September 2018

Cara Mudah Bedakan Perhiasan Asli dengan yang Palsu

Tipsiana.com - Perhiasan palsu telah tersebar di pasaran sejak lama, kadang bisa berupa perak yang dijual sebagai emas putih atau dengan cara penanda keaslian perhiasan yang dipalsukan. Batuan mulia juga sering dipalsukan. Karenanya, sangat penting untuk cermat dan teliti ketika hendak membeli perhiasan.

Berikut beberapa cara mudah yang akan menolong Anda mengetahui mana perhiasan asli dan mana perhiasan yang palsu.


Logam mulia


1. Cap tanda pada logam mulia (hallmark)

Cara termudah untuk mengenali mana logam mulia yang asli dengan palsu adalah dengan mencermati cap tandanya (hallmark). Anda dapat menemukan daftar hallmark dari berbagai logam mulia berbeda secara online, dan membandingkannya dengan informasi yang tertera pada perhiasan Anda.

Angka yang tertera harusnya akurat dan mudah terbaca. Jika tidak, lebih baik Anda tidak membeli perhiasan tersebut. Untuk mengerti jumlah tepat dari logam mulia yang tertera di hallmark, cukup letakkan tanda koma setelah digit angka kedua. Angka yang Anda peroleh akan menunjukkan persentasi logam mulia Anda. Contohnya, jika pada cap terukir 925. Ini berarti logam mulia yang terkandung pada perhiasan Anda adalah 92,5%.

Hallmark pada emas adalah : 375, 500, 583, 585, 750, 916, 958, 999
Hallmark pada perak adalah : 800, 830, 875, 925, 960, 999
Hallmark platinum adalah : 850, 900, 950, 999



2. Cek keaslian dengan magnet

Baja sepuhan atau logam campuran lainnya memiliki kandungan besi yang tinggi yang terbentuk saat proses penyepuhan perhiasan imitasi. Perhiasan asli yang memiliki kandungan logam mulia tinggi tidak akan berpengaruh pada magnet. Karenanya, mengetes perhiasan dengan magnet saat akan membelinya adalah sebuah ide bagus.


3. Cek apakah perhiasan punya cacat

Logam mulia seperti perak dan platinum terlihat sangat mirip dan ini yang membuatnya sangat sering dipalsukan. Perak diakui sebagai platinum, dan pembeli awam akan tertipu karena tak bisa membedakannya. Perhiasan platinum palsu yang sebenarnya terbuat dari perak mudah menghitam dan lunak. Sementara platinum tidak demikian. Sementara itu, emas akan menyisakan jejak emas bila digosokkan pada porselin atau keramik kasar yang belum dibakar. Emas palsu akan meninggalkan bekas abu-abu atau hitam.



Tes dengan Bahan Kimia Sederhana


1. Menggunakan kapur

Cara mudah mengetes kualitas logam mulia adalah dengan menggunakan kapur tulis. Cukup gosokkan barang perak dengan kapur tulis dan jika warna perak mulai berubah menjadi agak gelap, berarti perak Anda asli.

2. Menggunakan Iodine

Keaslian emas dapat dicek dengan pertolongan iodine. Jika Anda mendapati noda pada perhiasan setelah dilakukan pengujian, itu artinya emas Anda palsu.

3. Menggunakan cuka

Emas palsu akan menghitam dengan cepat bila diberi cuka. Jadi, untuk mengecek keaslian perhiasan, tuangkan sedikit cuka kedalam gelas dan biarkan perhiasan terendam cuka selama 5 menit.


4. Menggunakan salep sulfur (belerang)

Perak dapat dicek keasliannya dengan menggunakan salep belerang. Jika perak tersebut asli, akan muncul warna biru gelap dan dengan mudah dapat dibersihkan.

5. Menggunakan amonia

Saat berinteraksi dengan kebanyakan logam, amonia menyebabkan permukaan logam menjadi kehitaman. Namun ini tidak berlaku bagi platinum. Jika platinum Anda tetap cemerlang saat terkena amonia, berarti platinum tersebut asli.

Permata


1. Berlian

Permata alami tak akan berkabut saat Anda beri uap nafas. Sebabnya, berlian memiliki konduktivitas termal yang tinggi.


2. Zamrud

Untuk mengetahui keaslian sebuah zamrud, periksa strukter batu tersebut dibawah kaca pembesar. Zamrud asli tidak akan memiliki pola tubular (tabung) atau spiral didalamnya. Zamrud juga sangat dingin jika disentuh.

3. Mutiara

Mutiara asli sangat mahal, sehingga jangan harap Anda bisa dapat mutiara asli dengan harga murah.
Untuk menentukan keasliannya, cukup tes dengan gigi Anda. Jika Anda gigit, mutiara asli akan terasa berderak seperti pasir. Mutiara palsu tak bisa meniru ciri khas ini.

16 September 2018

Kisah Prabowo: Tolak Uang Saku dari Australia, Kami Bukan Tentara Bayaran!

Tipsiana.com - Prabowo muda, sudah terkenal dengan visinya dalam memahami nasionalisme dan patriotik. Baik itu sebelum bergabung dengan TNI maupun sebelumnya. Sebelum menjadi seorang kadet atau taruna, Prabowo bersama Soe Hok Gie keluar masuk desa untuk memberikan bantuan dan pengobatan. Dan ketika menjadi kadet atau taruna, Prabowo menunjukkan sikapnya dalam bentuk lain.

Menurut kesaksian Made Mangku Pastika, dirinya melihat kesan patriotik dalam diri Prabowo Subianto begitu kuat bahkan dengan tegas Prabowo menolak uang saku dari Pemerintah Australia saat mengikuti pertukaran kadet atau taruna pada 1974.


Made Mangku Pastika sangat terkejut dan kaget menyaksikan hal tersebut karena bagi prajurit menyimpan uang saku agar ada yang bisa membawa oleh-oleh ke keluarga adalah kebanggaan tersendiri selain tradisi orang indonesia.

Pada saat Made Mangku Pastika mempertanyakan alasannya ke Prabowo "Kenapa mas tidak mau terima" dan Prabowo menjawab tegas "Kita bukan tentara bayaran,". Tentu saja jawaban tersebut diluar dugaannya.

Pastika menuturkan pengalaman itu karena dirinya satu angkatan. ''Kalau Prabowo Subianto di Akademi Militer, Kalau saya Akademi Polisi," katanya.

Kemudian pada antara Januari-Februari 1974, dirinya bersama sebanyak 15 taruna termasuk Prabowo Subianto ke Australia untuk mengikuti pertukaran kadet.


"Kami latihan enam minggu, baru dua minggu dikasih uang saku sama dengan taruna Australia," katanya. "Apa yang terjadi, Prabowo menolak uang saku."

Tentunya rekan-rekannya yang lain heran. "Kami perlu duit saat itu," sambungnya. "Kenapa Mas tidak mau diterima, jawabannya kita bukan tentara bayaran," tandasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Prabowo Subianto itu merupakan kutu buku. Banyak sekali bacaannya. "Jaringannya (networking) hebat, komunikasi 4 bahasa," katanya.

Menanggapi pernyataan Pastika itu, Prabowo membenarkan dirinya saat menjadi taruna, tempat tidurnya bersebelahan.

"Jadi beliau itu, terlalu banyak tahu soal saya. Saya tidak berkutik," katanya sambil tersenyum.

Prabowo Muda demikian keras terhadap diri sendirinya untuk menjaga marwah prajurit TNI dan kehormatan negaranya. Makanya tidak heran jika hingga kini-pun Prabowo terus berkarya dan melakukan daya upaya demi kehormatan bangsanya. Berbagai prestasi dia ukir dari mulai pencak silat menjadi mendunia, olahraga polo Indonesia juara, mendorong pencapaian puncak everest, menjadi bapak asuh ribuan anak muda papua dan masih banyak lagi deretan prestasi yang selama ini luput dari pemberitaan media.

1 September 2018

Pencak Silat Memeluk Semua yang Mencintainya

Tipsiana.com -  Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Wewey Wita, peraih medali emas ke-30 bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2018, adalah pesilat putri keturunan Tionghoa dari keluarga yang kurang mampu.

Berikut kisah yang ditulisnya sendiri tentang bagaimana Wewey sampai 'tersesat' ke olahraga pencak silat dan kisah kepahitan hidup keluarganya.

Segala hal tentang hidupku serupa paradoks.

Aku seorang perempuan. Aku berdarah Tionghoa dan papaku warga negara Singapura. Aku bertarung untuk Indonesia.

Ada sebuah streotipe di negara ini bahwa orang-orang Tionghoa pasti mapan dan berada. Tentu saja itu omong kosong. Percayalah, jika situasi ekonomi setiap keluarga ibarat garis start bagi anak-anak yang terlahir darinya, aku mulai jauh, jauh, dari belakang.


Pada mulanya keluarga kami berkecukupan. Namun, suatu ketika Papa, yang berbisnis kayu, ditipu rekannya sendiri. Hidup seketika jadi bak abu di atas tanggul. Segalanya goyah, lalu ambruk. Bank menyita rumah, mobil, dan harta lainnya. Hidup di kota semakin menekan. Kemiskinan mendesak kami ke tepi.

Papa memboyong seluruh keluarganya ke kampung halaman Mama di Ciamis. Tinggal di kota kecil tak serta merta membuat hidup kami membaik. Papa enggan menumpang di rumah nenek karena ia enggan jadi beban. Ia ingin mandiri walau sulit.

Kami tinggal di rumah kontrakan yang sempit. Papa dan Mama mencoba bangkit berkali-kali, mulai dari berjualan bakso hingga barang-barang kelontong. Kami berdiri, jatuh, berdiri lagi, jatuh lagi.

Utang membengkak. Kami bahkan tak sanggup menanggung biaya keperluan sehari-hari seperti beras, minyak, gula dan lain-lain. Suatu kali listrik rumah kami diputus karena pembayaran terlalu lama ditunggak. Bermalam-malam gelap gulita. Untuk mengecas ponsel Papa, satu-satunya alat komunikasi kami, aku terpaksa menumpang di rumah tetangga.

“Memang listrik punya nenek moyang lu?”

Bentakan itu akan selalu tergiang dalam kepalaku.

Papa bernama asli Yeo Meng Tong. Ketika ia masih berduit, orang-orang memanggilnya Mr. Tong dengan lagak manis. Begitu kami kere, orang enteng saja menyapanya Atong. Terkadang malah Otong. Itu membuatku jengkel. Kau tahulah, itu nama yang sering diberikan laki-laki buat alat kelaminnya sendiri.

Bagaimana pun, aku selalu merasa beruntung memiliki Papa yang tangguh dan penyabar. Dia tak pernah menyuruh istri atau anak-anaknya bekerja buat meringankan bebannya. Bahkan hal-hal sepele seperti menyapu, mengepel, atau mencuci piring, sering ia lakukan sendiri.

Aku pernah memergokinya berkata, dengan mesra, kepada Mama: “Biar Papa saja.” Papa adalah pemimpin keluarga kami, dan ia mengerti bahwa pemimpin sejatinya ialah pelayan.

Papa tak banyak bicara. Dia selalu memberi contoh dengan tindakan. Sifat konsekuen papa mulai kutiru sejak aku kecil. Sedari dulu aku sudah menyadari aku harus punya andil dalam keluarga ini.

Sejak kecil aku terbiasa bergaul dengan laki-laki. Aku jago bermain kartu dan gundu. Jika menang, gundu dan kartu mereka yang kumenangkan bisa kujual kembali. Uangnya kuserahkan ke Mama.

Itu bukan satu-satunya trik yang kupunya buat mencari uang. Bukan, bukan beternak tuyul. Dulu, ada snack berharga Rp500 yang kadang berisi hadiah uang Rp.5,000. Di warung langgananku, satu demi satu bungkus snack itu kukocok, kutimbang, kudengarkan bunyinya. Kalau cocok, aku ambil. Jika tidak, dengan polosnya aku akan berlalu meninggalkan penjaga warung yang cemberut karena barang dagangannya aku acak-acak. Konyol, jelas. Naif, mungkin. Tapi kisah itu benar belaka.


Saat aku lahir, Papa menamaiku Yeo Chuwey. Dalam bahasa Indonesia, artinya cukup keren: nomor satu yang paling bersinar. Sayang, kegaduhan politik di Indonesia waktu itu membuat Papa berpikir nama Tionghoa hanya akan membuat hidupku makin sulit. Maka, di akta kelahiranku tertera nama utama yang “lebih Indonesia”: Wewey Wita.

Sampai di sini, setelah mengetahui latar belakang keluargaku, kau mungkin mengira aku seorang atlet badminton, wushu, kungfu, basket, bridge, atau olahraga-olahraga yang telanjur lekat dengan etnis Tionghoa. Salah, aku adalah seorang pesilat.

Pencak silat cenderung lebih dekat dengan identitas keindonesiaan yang dibatasi pada satu entitas yakni etnis Melayu. Berkulit coklat, bukan kuning. Tentu pencak silat sendiri tak melahirkan sekat-sekat itu. Pembatasan, kukira, hanya ada dalam kepala kita. Pencak silat, seperti Indonesia, memeluk siapa saja yang mencintainya, termasuk aku.

Aku sendiri tak menyangka silat bisa jadi bagian dari hidupku. Memang semasa kecil aku biasa bermain dengan anak lelaki dan ikut beragam ektrakurikuler olahraga, mulai dari voli dan basket hingga karate dan taekwondo. Mama selalu memaksaku menampakkan sisi feminin, sampai-sampai dia pernah memaksaku ikut lomba peragaan busana yang diadakan Radio Pitaloka, stasiun radio terkenal di Ciamis.

Aku terpilih sebagai juara 2. Tetapi aku tak peduli. Buatku, berlenggak-lenggok itu tak nyaman. Kurasa bakatku memang olahraga. Semua guru olahraga mengenalku. Dalam berbagai kejuaraan olahraga antar sekolah, namaku selalu muncul dan mereka banggakan. Lalu, terjadilah sesuatu yang mengubah hidupku.

Dalam sebuah pesta perpisahan kakak kelas, seorang guru mendatangiku. Dengan enteng dia bilang: “Wewey, Bapak udah daftarin kamu, ya. Uang pendaftaran sudah masuk. Dua hari lagi pertandingan.”
Tentu aku terbelalak. “Tanding apa, Pak?” kataku. “Silat.”

Aku bingung. Mau membantah takut durhaka. Tapi kalau harus mengembalikan uang pendaftaran, aku tak tahu harus mencari ke mana. Dengan terpaksa, aku menurut.

Hanya ada dua hari untuk belajar. Dan yang lebih ajaib, guru itu hanya mengajariku etiket masuk gelanggang, salam kepada wasit, dan hal-hal sepele lainnya. Sama sekali tak ada teknik pertarungan. Dan, oh, untuk kejuaraan pertamaku itu, meski masih kelas 4 SD, berat badanku melewati ambang batas yang ditentukan. Maka, aku diturunkan melawan anak-anak SMP.

Takut? Jelas. Musuhku adalah atlet-atlet pencak yang punya jam terbang, sedangkan aku cuma berlatih memberi salam selama dua hari. Aku menang dengan skor 3-2 dalam pertandingan pertamaku berkat teknik tendangan karate. Tendang, tendang, dan tendang. Aku gagal menjadi juara umum, namun saat juara terbaik diumumkan, namaku disebutkan di podium. Sejak saat itulah aku diminta guru-guru menggeluti pencak silat secara serius.

Popwilnas. Popda. Popnas. Satu demi satu kejuaraan berjenjang untuk pelajar itu kuikuti.

Seperti aku jelaskan di awal, hidupku penuh paradoks. Dan itu terjadi lagi di kejuaraan senior pertamaku, saat membela Kabupaten Ciamis di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).

Dalam sebuah kompetisi, lazimnya kasus pencurian umur terjadi saat si atlet mengurangi umur jagar tak melebihi batasan. Aku malah sebaliknya. Waktu itu, atlet Porda harus berusia 17-35 tahun, sedangkan aku baru 14 tahun. "Kalau kamu siap, gampang, semuanya bisa diurus," kata pelatih kepadaku.

Saat itu, aku tak begitu paham dan peduli apakah yang kulakukan benar. Yang kuinginkan hanya ikut kejuaraan dan berprestasi. Lagi pula, kita sama-sama tahu, sulap-menyulap bukan hal yang aneh di negara ini.

Aku memenangkan emas. Kabar soal pencurian umur yang kulakukan pun bocor dan jadi perbincangan. Namun, orang-orang sepertinya malah bangga sebab seorang atlet berusia dini mampu mengalahkan atlet-atlet yang lebih senior.

Emas Porda itu semestinya berarti bonus Rp10 juta untukku, tetapi yang kuterima hanya Rp7,5 juta—kukira aku tak perlu menjelaskan kepadamu bagaimana itu bisa terjadi. Aku tak mempermasalahkan hakku yang raib, lagi pula Rp7,5 juta bagi seorang anak SMP sepertiku saat itu sudah teramat besar.

Dari titik itulah karierku sebagai atlet pencak silat melejit. Aku bergabung dengan PPLP di Bandung.

Selain Papa dan Mama, aku beruntung memiliki kakek dan nenek yang amat berjasa ketika aku meniti karier di Bandung. Meski sulit, mereka selalu memaksaku menerima uang pemberian mereka, yang aku tahu didapat dengan susah payah.

Saat di Bandung, aku kadang tak bisa makan dengan lahap. Apakah keluarga di Ciamis sudah makan atau belum? Aku merasa telah meninggalkan keluargaku dalam situasi sulit.

Namun, pilihan pelik merantau ke Bandung harus kuambil. Hanya dari sanalah aku bisa berharap membantu Mama, Papa, dan lima adikku menyambung hidup dengan uang saku dan bonus kemenanganku di pelbagai kejuaraan.

Jika boleh jujur, aku sebenarnya sudah letih. 15 tahun aku bertarung, bertarung, bertarung. Aku sadar bahwa menjadi atlet bukan jaminan pasti untuk masa depan—ibarat bunga, segar dipakai layu dibuang. Namun, di sisi lain, kerja belum selesai, belum apa-apa. Aku akan berhenti hanya jika sudah memberikan prestasi terbaik bagi bangsaku, negaraku: Indonesia.

29 Agustus 2018
oleh : Wewey Wita

24 Juli 2018

Batu Tembok Ratapan Runtuh

Tipsiana.com - Tembok ratapan adalah tempat ibadah Yahudi yang telah berdiri sekitar 2000 tahun. Tempat ini dianggap suci oleh orang Yahudi karena merupakan Kuil Suci yang dibangun oleh Raja Herodes. Kuil tersebut hancur setelah terjadi pemberontakan orang-orang Yahudi terhadap kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi.

Orang Yahudi percaya tembok ratapan tak ikut hancur karena di dalamnya berdiam "Shekhinah" (kehadiran Ilahi), sehingga bila mereka berdoa di hadapan dinding sama artinya berdoa kepada Tuhan.


Senin pagi, 23 Juli 2018, sebuah batu besar dari Tembok Ratapan (Western/Wailing Wall) tempat pemujaan Yahudi runtuh dan jatuh ke landasan doa. Meski tak ada cedera dalam insiden di dekat Robinson's Arch, di sebelah selatan alun-alun doa utama, tetapi batu itu mendarat sangat dekat dengan seorang wanita Yahudi yang tengah berada disitu.

Menurut laporan "Times of Israel", insiden tersebut terjadi sehari setelah tempat suci Yahudi itu dipenuhi dengan jamaah yang menandai peristiwa Tisha B’Av, penghancuran kedua kuil Yahudi di Yerusalem. Puluhan ribu orang Yahudi Israel juga berbondong-bondong ke alun-alun doa utama dari Tembok Barat antara Sabtu malam dan Minggu malam untuk menandai hari itu.


"Ini adalah insiden yang tidak biasa dan paling jarang yang belum terjadi selama beberapa dekade," kata Rabbi Yahudi Shmuel Rabinovitch. "Fakta bahwa insiden yang kuat ini terjadi sehari setelah Tisha B’Av, di mana kami berduka atas penghancuran kuil kami, menimbulkan keraguan dan pertanyaan yang jiwa manusia terlalu kecil untuk dibendung, dan membutuhkan pencarian jiwa."


Tembok Ratapan (dulu namanya Tembok Barat/Western Wall, lalu dikenal sebagai Wailing Wall/Tembok Ratapan) adalah tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi.

Berikut Videonya:

Seorang Arkeolog Israel, Zachi Dvira, bahkan memperingatkan bahwa seluruh wilayah Tembok Ratapan telah menjadi area berbahaya, yang bisa runtuh kapan saja dan mengakibatkan korban jiwa.

Pada Agustus 2014, para peneliti Israel juga telah memberi peringatan akan bahaya runtuhnya tembok ratapan. Batuan besar yang menyusun tembok telah mengalami pengikisan dengan cepat akibat erosi, menyebabkan dinding menjadi tidak stabil. Mereka memperkirakan dalam waktu beberapa puluh tahun kedepan, tembok tersebut akan runtuh.

Namun tampaknya jatuhnya batu besar pada senin kemarin telah membuktikan perkiraan mereka ternyata datang lebih cepat.

20 Juli 2018

Tips dan Trik Hadapi Teror Debt Collector

Tipsiana.com - Sistem pembayaran secara kredit sudah sangat umum di masyarakat kita. Meski nilai yang harus dibayarkan jauh lebih tinggi dibanding harga asli, toh cara ini cukup membantu masyarakat untuk memiliki produk yang diinginkannya. Mulai dari kredit rumah (KPR), mobil, sepeda motor, bahkan kini ponsel pintar pun tak lepas dari kemudahan kredit.

Dibalik kemudahan mendapatkan yang diinginkan, sistem pembayaran kredit ternyata juga punya sisi gelap. Selain harga yang harus dibayar bisa menjulang hampir dua kali lipat, perusahaan perkreditan juga membuat aturan ketat soal kredit macet, bahkan terkesan kejam. Bila kredit gagal bayar dalam periode waktu tertentu, tanpa ampun mereka akan memburu nasabah, bahkan terkadang teror sampai akhirnya penarikan barang secara paksa dilakukan.

Akun @PartaiSocmed, yang populer di jagad twitter Indonesia, menulis kultwit menarik tentang ini. Betapa perusahaan penyedia kredit sering berlaku sewenang-wenang kepada nasabahnya tanpa ada jalur negoisasi. Padahal, melakukan penarikan barang dan teror terhadap nasabah adalah sebuah pelanggaran hukum.

Terlepas dari tidak patuhnya nasabah, bisa banyak alasan mengapa mereka gagal bayar dan seharusnya pihak kreditur dapat berkompromi untuk menentukan penyelesaian terbaik. Namun ketidaktahuan masyarakat menjadi kelemahan yang dieksploitasi kreditur.

Berikut paparan @PartaiSocmed soal cara menghadapi para penagih hutang:

Dahulu kala kami pernah kultwit tentang cara menghadapi Debt Collector leasing yg nakal. Dan kultwit tersebut ternyata telah banyak membantu masyarakat yg jadi korban. Berikut kultwitnya.

Jujur saja kami banyak memberikan konsultasi gratis lewat DM perihal masalah2 akibat debt collector dari bank atau leasing yg nakal. Dan atas izin ybs kami akan tunjukkan salah satu DM hasil nyata yg didapat ketika kita tahu cara menghadapi debt collector itu.

Berikut adalah percakapan kami dgn follower yg mengadukan masalah temannya.











Dari percakapan tadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat sering jadi korban atas ketidaktahuannya. Dan pihak lembaga keuangan seringkali memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk keuntungan mereka, bahkan bila perlu dengan cara yg melanggar hukum.

Namun ketika lembaga keuangan tersebut berurusan orang yg paham aturan dan berani melawan (karena benar) maka biasanya mereka akan berhati2. Sebab jika sampai jadi urusan hukum maka bisa dipastikan mereka akan rugi sendiri.

Contohnya yg dialami oleh Standard Chartered yg kena denda 1M akibat meneror nasabahnya yg tidak bisa membayar KTA-nya ini


Yang sekarang sedang viral adalah teror yg dialami para nasabah perusahaan Fintech. Tapi sebenarnya persoalannya sama saja. Baik KTA, CC maupun Fintech adalah pinjaman tanpa agunan sehingga posisi lembaga keuangan sebenarnya justru sangat lemah.

Bagaimana posisi mereka tidak lemah? Mereka meminjamkan uang kepada nasabahnya namun jika terjadi kemacetan tiada jaminan yg bisa disita. Mau menuntut secara hukum pun tidak ada manfaatnya karena kasusnya adalah kasus perdata.

Pernah dengar ada bank yg menuntut secara hukum nasabah CC atau KTA yg macet? Tidak pernah kan? Apalagi pada kasus Fintech yg pinjamannya kecil itu. Selain sia2 menuntut debitur tanpa jaminan yg macet juga mahal ongkosnya.

Nah, karena memahami posisi mereka yg lemah itulah maka akhirnya jalan satu2nya yg ditempuh oleh Bank atau Fintech untuk mengatasi kredit macetnya adalah meneror secara psikologis para nasabahnya sendiri.

Kami bikin sederhana persoalannya. Posisi Anda sebagai nasabah kuat sedangkan posisi Bank/Fintech sangat lemah. Mereka tidak bisa menyita jaminan karena memang tak ada yg di jaminkan, mereka pun tak bisa menuntut Anda.


Namun justru karena posisi mereka yg lemah secara hukum itulah maka mereka menempuh cara2 di luar hukum agar nasabah mau membayar utangnya. Salah satu senjata andalan mereka adalah teror psikologis.

Teror psikologis dilakukan dgn seribu satu cara. Intinya tujuannya adalah membuat Anda sebagai debitor menjadi risih bahkan malu, sehingga tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan mereka.

Biasanya teror dilakukan melalui telpon. Tapi selama yg ditelpon adalah Anda sendiri sebagai debitur tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Mereka mau teriak2 sampai mengancam lewat telpon sekalipun biarkan saja.

Tanggapi saja secara santai. Mereka tak akan berani menjalankan ancamannya. Justru jika Anda merasa takut maka tujuan mereka berhasil. Tapi ingatlah, sesungguhnya mereka lebih takut dibanding Anda. Buktinya mereka cuma berani ngancam lewat nomor telp yg tidak bisa dihubungi.

Yang jadi masalah adalah ketika para debt collector itu kebablasan dalam menjalankan misinya meneror nasabah. Yg sering terjadi adalah mempermalukan nasabah di sosial media atau melalui no telp emergency yg dimintakan saat mengisi aplikasi.

Dan dalam kasus Fintech proses meneror nasabah sering dilakukan adalah dgn meneror nomor2 kontak di HP anda karena dalam proses instalasi aplikasi mereka Anda telah memberikan akses ke kontak hp Anda pada mereka.

Siapapun akan risih, malu dan kehilangan harga diri jika dipermalukan dihadapan saudara/teman/koleganya. Lalu bagaimana mengatasi ulah debt collector yg kebablasan ini?
Rumusnya sederhana: "Pelanggaran hukum yg mereka lakukan adalah peluang Anda!"

Menagih lewat telpon kepada nasabah langsung bukan pelanggaran hukum, tapi menelpon pihak lain terkait utang piutang Anda adalah pelanggaran hukum. Apalagi sampai mempermalukan di sosial media, bisa kena UU ITE.

Hal yg pertama harus dilakukan nasabah yg diteror melalui teman2/saudaranya adalah mengumpulkan bukti. Capture pengaduan teman/saudara Anda yg mereka telpon gara2 utang Anda.

Lalu laporkan lembaga yg bersangkutan ke OJK disertai bukti2 terornya. Selain ke OJK Anda juga perlu melaporkan ke kepolisian.

Setelah melapor ke OJK atau kantor Polisi apakah urusannya sudah selesai? Tidak, ternyata negeri ini belum seindah itu. Biasanya ada saja oknum2 yg justru membela pelanggaran hukum yg dilakukan oleh lembaga keuangan tersebut.

Contohnya yg dialami oleh teman satu ini. Jelas2 dia ditipu oleh oknum @ojkindonesia yg entah bodoh atau memang kongkalikong. Mana ada ceritanya surat perjanjian kredit kedudukannya lebih tinggi dari undang2? Hehee..


Bagaimana menghadapi oknum2 yg melindungi pelanggaran hukum seperti itu. Satu2nya cara adalah Anda harus lawan oknum yg bersangkutan dengan memberi informasi yg benar. Lalu catat namanya, foto orangnya dan minta dia menindaklanjuti laporan Anda.

Terhadap oknum di kepolisian juga serupa. Jika ada oknum yg berusaha melindungi debt collector nakal jangan mundur. Lakukan seperti yg dilakukan teman kita ini.



Terakhir, jika Anda mau Anda sangat bisa menuntut Bank atau perusahaan Fintech yg menggunakan jasa debt collector untuk meneror Anda tersebut. Jika mereka sampai menghubungi orang2 di kontak HP Anda atau sosial media maka peluang menang Anda besar.

Sudah banyak terjadi bank atau lembaga keuangan yg menagih dengan cara teror akhirnya justru mengganti rugi nasabahnya dengan nilai yg besar. Lumayan kan, jika menang kasus 1M sekaligus bisa memberi pelajaran bagi peneror?

Kesimpulannya: Janganlah takut jika diteror lewat telpon dan bergembiralah jika para debt collector itu kebablasan.

Sebab begitu mereka kebablasan maka disitulah peluang Anda memberi pelajaran bahkan mendapatkan uang.

Tapi saran kami sebaiknya hindarilah pinjam uang di perusahaan Fintech, bahkan jangan install aplikasi Fintech apapun. Sebab terlalu banyak kasus pelanggaran yg mereka lakukan. Biarkan bisnis mereka tidak laku akibat ulahnya sendiri

Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih.

Sumber : https://twitter.com/PartaiSocmed/status/1019934932741730304

10 Juni 2018

Azan (Sebuah Testimoni Wartawan Non-Muslim)

Tipsiana.com - Azan magrib niscaya menjadi rinduan mereka yang berpuasa. Begitulah sebagian teman berucap langsung ataupun melalui status di media sosial. Di antaranya ada yang mengungkapkan kerinduan itu dengan gaya yang menghibur. Kadang-kadang, ungkapannya seperti jeritan perut yang kosong. Biasanya, ungkapan semacam itu ramai pada awal Ramadan dan kian sepi menjelang bulan puasa berakhir.

Tumbuh di negeri ini, entah sudah berapa puluh ribu kali saya mendengar lantunan azan. Lima kali sehari sepanjang tahun, semua masjid menyuarakannya. Tak pernah kita dengar ada masjid kekurangan pelantun azan. Rasanya tak mungkin pula Kementerian Agama mengeluarkan daftar muazin versi pemerintah.


Meski berbeda agama, tak pernah sekali pun saya jenuh mendengar azan. Saking sering mendengarnya, saya bisa melantunkan azan dari awal sampai akhir. Mungkin pula banyak non-muslim bisa melafalkannya karena sudah hafal.

Kala saya bersekolah di Seminari Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, azan magrib kerap terdengar bersamaan dengan lonceng kapel seminari. Di Gereja Katolik yang memilikinya, lonceng berbunyi tiga kali sehari: pagi, siang, dan petang. Hal itu merupakan ajakan untuk berdoa Angelus Domini atau Malaikat Tuhan.

Mendengar serentaknya denting genta dan azan, telinga dan hati saya sering merasa teduh. Tidak ada yang beradu mana yang lebih keras. Keduanya punya kemiripan: sama-sama mengundang untuk berdoa.


Melihat fungsi itu, saya memandang azan bukan hanya milik sebagian orang. Azan adalah milik mereka yang mau mendengar dan menyerahkan hati kepada Sang Pencipta. Azan tak sekadar membangunkan tidur manusia, tapi juga menggugah untuk berhenti sejenak dari aktivitas, seraya mengucap syukur atas segala nikmat dari-Nya. Azan bisa menyatukan mereka yang menghayatinya.

Itulah sebabnya saya menyukai azan yang disiarkan dengan khidmat untuk mengajak umat bersujud. Azan kerap mengingatkan saya untuk diam sejenak, menutup mata sambil mendengarkan kemerduan, lalu merasakan sapaan-Nya.

Maka, saya bisa terpana mendengar azan dari masjid di sebuah pulau di wilayah Banda yang dikepung pepohonan tinggi. Suaranya menggaung ke arah laut. Sekali lagi, sapaannya terasa tak hanya di telinga, tapi juga menembus ke hati. Air mata saya menetes karenanya.

Pun saya suka akan azan di Aleppo, Suriah, yang diserukan seorang milisi pemberontak pada suatu subuh, November 2012. Meski suaranya agak parau, lantunannya yang terdengar lirih lagi-lagi membuat saya menangis. Di tengah Aleppo yang porak-poranda dan penuh duka, azan seolah mengingatkan saya untuk berserah dengan segera karena hidup entah kapan berakhir.

Suatu sore, azan berkumandang dari masjid kecil yang masih berdiri di antara reruntuhan bangunan yang terkena mortir. Saya meminta fixer atau pemandu sekaligus penerjemah menghentikan kendaraan.

Melihat air di sudut mata saya, sang fixer menatap dan berkata, "Semoga kamu diberi hidayah." Ucapan itu saya balas dengan senyum. Dalam hati saya berkata, "Kawan, tanpa perlu saya berpindah agama, azan itu sudah mampu membawa saya kepada Pencipta."

Penulis: Stefanus Pramono, Wartawan Tempo

Sumber : Koran Tempo edisi 7 Juni 2018

27 Mei 2018

Jangan Terjebak, Inilah 10 Trik Dagang yang Harus Anda Ketahui

Tipsiana.com - Tujuan utama sebagian besar perusahaan dan pengiklan adalah membuat kita menghabiskan uang hasil kerja keras kita untuk hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan. Trik yang mereka gunakan seringkali begitu lihai, sehingga bahkan konsumen yang paling kritis pun sering terjebak.

Namun, bukan berarti kita tak bisa menghindar dari trik dagang para produsen tersebut. Karena pengetahuan adalah kekuatan, maka di bawah ini Anda akan menemukan sepuluh taktik yang paling sering digunakan pedagang yang harus Anda ketahui. Ini akan membantu Anda membelanjakan uang dengan cara yang lebih tepat.


1. Memberi Anda snack gratis

Kebanyakan orang akan sangat senang ketika restoran menawarkan makanan ringan gratis. Padahal, snack gratis yang Anda dapatkan biasanya mengandung banyak garam, yang akan membuat Anda memesan minuman tambahan. Demikian juga dengan roti dan makanan panggang lainnya, makanan ini akan membuat Anda semakin lapar. Ada juga bukti yang menunjukkan orang akan memberi uang tips lebih besar ketika bon mereka diselipkan permen gratis.

2. Pewarnaan makanan

Warna makanan seringkali digunakan untuk mengakali kita saat membeli produk. Buah-buahan yang berwarna-warni mencolok akan lebih banyak disukai anak-anak, padahal rasanya sama persis dengan buah yang warnanya kurang mencolok.

Karenanya, selain dari semua pewarna dan perasa buatan, produsen jus jeruk meningkatkan warna jus dengan menambahkan jus mandarin berwarna cerah dan pigmen dari kulit jeruk.

3. Manipulasi ukuran

Saat memilih minuman diantara ukuran kecil, sedang atau besar di restoran, pastikan apa yang Anda bayarkan setimpal dengan yang Anda dapatkan. Karena biasanya, perbedaan ukuran ketiganya sangat tipis (padahal perbedaan harganya cuku besar). Agar untung, Supermarket juga sering menerapkan trik yang sama dengan mengecilkan ukuran produk, sementara harga tetap.

4. Efek digit sebelah kiri

Pernahkan Anda sadar banderol harga-harga di pertokoan sering diakhiri dengan angka .999? Misal harga sepotong t-shirt ditempeli harga Rp. 199.999,-. Ini dibuat karena pelanggan cenderung secara otomatis akan mengabaikan apapun angka yang tertulis setelah titik desimal. Otak Anda akan menipu Anda dengan berpikir bahwa harga Rp.199.999,- adalah masih dikisaran Rp. 100 ribuan, padahal yang sebenarnya harga yang harus Anda bayar adalah Rp.200.000,-.

Trik lain adalah menghilangkan angka setelah titik desimal. Seporsi makanan seharga Rp.85.000,- mungkin tampak mahal, tapi jika hanya ditulis Rp. 85 K, akan membuat konsumen berasumsi angkanya tidak terlalu banyak. Ada juga restoran yang menuliskan angka setelah titik desimal dengan ukuran kecil. Sepiring Nasi goreng dihargai Rp. 19.999, tampak jadi lebih murahkan?


5. Menyembunyikan bahan tambahan tak sehat

Belakangan, sejak orang mulai memperhatikan kualitas makanan yang mereka makan, produsen makanan punya cara untuk menyembunyikan senyawa tak sehat dalam deskripsi produknya. Faktanya, gula sering disamarkan dengan terminologi lain seperti maltodextrin, fruktosa, glukosa, sirup dan sukrosa.

6. Prinsip kelangkaan

Jika Anda melihat produk dengan harga khusus yang ditawarkan untuk waktu yang terbatas, pastikan Anda memeriksa apakah masih dijual hari berikutnya saat Anda mengunjungi toko. Ini karena penjual sering menggunakan strategi semacam itu untuk memaksa Anda membuat keputusan cepat, tanpa berpikir panjang untuk mengecek apakah harga yang ditawarkan memang lebih murah atau malah sama saja dengan harga normal.

7. Format harga di menu

Restoran seringkali sengaja menghilangkan tanda Rupiah dalam menunya (hanya tertulis 55.000 padahal seharusnya Rp.55.000,-). Ini dibuat untuk memberikan kesan bahwa pelanggan sebenarnya tidak membayar makanan dengan uang sungguhan. Bahkan, ada bukti ilmiah bahwa orang menghabiskan lebih banyak  uang di restoran yang menggunakan template menu semacam itu.

8. Menggunakan iklan yang menyesatkan

Berpikirlah sebelum membeli, karena banyak dari apa yang Anda lihat dalam iklan sebenarnya adalah kebohongan! Iklan mobil sering difilmkan tanpa menggunakan mobil sungguhan, misalnya.

Demikian pula, gelembung sabun sering digunakan untuk membuat minuman terlihat lebih menyegarkan, lem digunakan sebagai pengganti susu dalam iklan sereal, dan zat yang disebut gliserin cenderung digunakan untuk membuat berbagai produk terlihat dingin, basah, dan segar.

9. Ilusi nol kalori 

Selain air, hampir tidak mungkin bahan apa pun sama sekali tidak mengandung kalori. Bahkan, hukum AS secara resmi mengizinkan apa pun yang berisi hingga 5 kalori untuk diberi label Zero Calorie (nol kalori).

Selain itu, banyak produk 'nol kalori' mengandung banyak aditif jahat untuk mengganti komponen tradisional.

10. Permainan Harga

Satu trik yang sering digunakan toko-toko agar ramai pengunjung adalah dengan membuat murah (bahkan sangat murah) satu atau dua produk unggulan. Harga yang jauh lebih rendah dari toko lain ini membuat pelanggan memborong belanjaan dan tanpa sadar juga membeli barang lain. Padahal, item lain harganya sama dengan toko lain atau bahkan lebih mahal. Pembeli tetap akan berasumsi semua harga di toko tersebut murah.

24 Mei 2018

Akibat Inflasi, Uang Rupiah Pernah Dicetak Dalam Pecahan 25 Juta

Tipsiana.com - Saat ini, pecahan uang terbesar rupiah kita adalah sebesar Rp.100.000. Untuk ukuran nilai satuan mata uang di dunia, angka 100.000 cukup merepotkan sehingga sempat muncul wacana untuk melakukan denominasi. Dengan penyusutan angka, diharapkan masyarakat tak harus membawa terlalu banyak uang bila ingin bertransaksi dalam jumlah besar.

Tapi tahukah Anda, Indonesia ternyata dulunya pernah mengeluarkan nominal rupiah yang cukup fantastis. Pada masa revolusi fisik diawal kemerdekaan, pendistribusian uang sempat tidak merata dan tersendat akibat perang dengan tentara Belanda yang mendompleng tentara sekutu. Akibatnya, beberapa wilayah di Indonesia diberi kewenangan mencetak sendiri rupiah untuk kebutuhan bertransaksi.


Kurang kontrol dan inflasi hebat yang melanda akibat perang, membuat angka nol rupiah melambung tinggi. Hanya untuk membeli secangkir kopi, rakyat harus membawa uang segepok layaknya jutawan. Harga sekilo beras bahkan mencapai 10 juta rupiah.

Kemana-mana rakyat harus membawa bertumpuk-tumpuk uang untuk membeli barang biasa. Sampai akhirnya muncul istilah uang bantal, candaan rakyat yang menyuruh mengganti bantal mereka dengan tumpukan uang untuk tidur karena uang bertumpuk-tumpuk mirip bantal.



Mengingat betapa repotnya rakyat membawa uang, pada 7 Mei 1948 wilayah Rantau Parapat, Kabupaten Labuhan Batu, mengeluarkan uang dengan nilai nominal sangat besar, mulai dari selembar rupiah bernilai 5 juta, 10 juta, hingga 25 juta!




Bentuk uang dengan nama resmi Oeang Republik Indonesia Laboean Batoe/ ORLAB sangat sederhana. Karena tak ada percetakan uang, maka pemerintah wilayah mencetak nominal rupiah dengan mesin stensil, mesin fotokopi jaman dulu. Jadilah uang 25 juta rupiah hanya berbentuk kertas kuning dengan kualitas cetakan stensil ala kadarnya.


Agar tidak dipalsukan, uang kertas stensil ini diberi pengaman dengan membubuhkan tanda tangan A. Nasution dan cap Bupati serta bernomor seri.

Beberapa potret karya fotografer asal Belanda, RG Jonkman mengabadikan bentuk berbagai pecahan uang stensil bernominal fantastis. Bahkan, fotografer lainnya, Loomans, A.J.M. berhasil mendokumentasikan  'pabrik uang' milik Republik Indonesia yang ditemukan di sebuah pabrik karet Rubber Company Wingfoot, di Rantau Prapat, Sumatera Utara. Di sini, ribuan uang pecahan 5.000.000 rupiah ditemukan. Tidak ada mesin cetak yang digunakan, uang-uang tersebut hanya dicetak dengan mesin stensil.


Artikel menarik terkait inflasi :
Ternyata, Dalam 5 Tahun ini Nilai Gaji Anda Diam-diam Terpotong 53%
Hiperinflasi: Saat Uang Harus Disapu Dari Jalanan
Inilah 10 Krisis Moneter Terburuk Dalam Sejarah

Sumber :
http://www.gahetna.nl/collectie/afbeeldingen/fotocollectie/zoeken/q/zoekterm/roepiah
https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/di-indonesia-pernah-beredar-uang-kertas-bernominal-rp-25-juta_585cdd8d317a61a753e17103
https://twitter.com/potretlawas/status/999495010692222976

Jangan Pernah Simpan Ponsel Anda di Tempat-tempat Ini

Tipsiana.com - Hari ini, praktis hampir tak ada orang yang keluar rumah tanpa membawa ponselnya. Meski begitu, penelitian membuktikan ada banyak tempat yang tak boleh Anda gunakan untuk menyimpan ponsel dalam jangka waktu lama. Alasannya, bila Anda nekat menyimpan ponsel di tempat-tempat tersebut, kalau tidak ponsel Anda yang rusak, maka kesehatan Anda yang jadi korban.

Berikut delapan tempat menyimpan handphone yang harus Anda hindari:


1. Kantung celana belakang 

Banyak alasan mengapa menyimpan ponsel di kantung belakang adalah ide yang buruk. Yang paling utama, Anda akan sangat mudah lupa kalau sedang menyimpan ponsel di kantung belakang. Resikonya, ponsel akan rusak akibat tak sengaja terduduk, membuat panggilan tak sengaja atau bahkan bisa hilang tanpa sadar.

Menyimpan ponsel di kantung belakang juga bisa mengganggu sirkulasi Anda, sehingga Anda merasa sakit di bagian kaki dan perut.

2. Kantung celana depan

Menyimpan dikantung celana depan bisa membahayakan kaum pria. Ini karena studi membuktikan bahwa radiasi gelombang elektromaknetik yang dikeluarkan smartphone dapat berakibat negatif pada kualitas dan jumlah sel sperma pria. Resikonya akan meningkat seiiring semakin lamanya pria menyimpan ponsel di kantong celananya.

3. Bra

Meski tak semua ahli setuju dengan yang satu ini, sebagian peneliti memperingatkan kalau menyimpan ponsel dalam bra bisa meningkatkan resiko terserang kanker payudara.

4. Menempel di kulit

Saat berbicara di HP, cobalah untuk menjaga jarak setidaknya 0,5 hingga 1,5 cm dari wajah Anda. Ini karena bila Anda menempelkan wajah Anda ke ponsel, Anda akan mentransfer bakteri yang ada di ponsel. Radiasi elektromaknetik dari ponsel juga akan semakin kuat terserap kulit Anda.

5. Dibawah bantal

Cukup banyak alasan kenapa Anda dilarang menyimpan ponsel di bawah bantal. Radiasi yang dikeluarkan bisa membuat kepala Anda pusing, dan jika layar ponsel menyala setiap ada pemberitahuan masuk, produksi melatonin Anda akan terganggu. Jika Anda ingin tidur nyenyak, letakkanlah ponsel jauh dari kepala Anda.


6. Di pinggul Anda

Menurut peneliti, membawa ponsel dekat dengan paha atau pinggul dapat beresiko membuat tulang panggul Anda melemah, terutama saat jika membawanya dalam jangka waktu lama.

7. Di kereta bayi (Stoller)

Para ibu yang terburu-buru sering meletakkan begitu saja ponselnya kedalam stoller. Padahal, beberapa peneliti mengklaim tindakan tersebut sebenarnya dapat membuat bayi menderita beberapa gangguan, seperti ADHD dan hiperaktif.

8. Menempel di pengisi daya terlalu lama(Charger)

Meski meninggalkan ponsel dalam kondisi di cas semalaman tidak akan merusak ponsel Anda, kebiasaan ini ternyata dapat mengurangi efisensi baterai secara signifikan. Ia juga akan memperpenduk usia ponsel. Pastikan Anda mencabut daya segera setelah baterai penuh.

Beberapa tempat kadang memang tak bisa terhindarkan. Kuncinya adalah tidak menaruhnya terlalu lama di tempat-tempat terlarang tersebut.

23 Mei 2018

5 Kebiasan Buruk yang Justru Baik Bagi Kesehatan

Tipsiana.com - Tak peduli siapapun kita, setiap orang pasti punya kebiasaan buruk. Mulai dari yang suka buang sampah sembarangan, meja kantor suka berantakan, sampai pada hal yang kadang menjijikkan, buang angin sembarangan misalnya.

Meski begitu, ternyata tak semua kebiasaan buruk benar-benar berefek buruk. Ada beberapa kebiasaan yang malah mempunyai sisi positif. Orang yang suka mengunyah permen karet misalnya, meski tampak tak sopan bila sedang berada dalam sebuah pertemuan resmi, mengunyah permen karet ternyata mampu membuat seseorang menjadi lebih kreatif dan mampu berpikir cepat.


Dari sisi kesehatan pun, beberapa kebiasaan yang dianggap buruk di lingkungan sosial kita, ternyata punya dampak baik bagi kesehatan. Berikut beberapa contohnya.


5. Meludah

Meludah bisa terlihat menjijikkan, terutama jika Anda melakukannya di tempat umum. Meski begitu, saat Anda sedang berolahraga, meludah bisa membuat Anda lebih mudah bernapas.

Normalnya, kita bernapas lewat hidung, yang akan menghangatkan udara dan membuatnya lebih lembab, sehingga tubuh akan lebih efisien menyerap oksigen. Tapi ketika Anda berolahraga, kita seringkali bernapas lewat mulut dan ini  menyebabkan ludah makin banyak diproduksi sehingga mengganggu jalan napas.

Oleh karenanya, sangat normal membuang lendir berlebihan yang dihasilkan setelah berlari dengan cara meludahkannya. Contohnya adalah Anda bisa melihat para pemain sepak bola sering meludah saat bertanding.

4. Mengunyah Permen Karet

Selain efek membuat kita kreatif dan mampu berpikir cepat, mengunyah permen karet juga baik untuk kesehatan. Meski permen karet tak memiliki manfaat gizi, udah terbukti secara ilmiah bahwa dengan mengunyahnya Anda bisa mendapatkan manfaat lebih baik dibanding efek kafein pada kopi.

Permen karet akan membantu Anda menjadi fokus, mempertajam memori, mengurangi stes, dan menyeimbangkan horman Anda dengan merangsang peningkatan kadar kortisol.


3. Buang Angin 

Anda mungkin tak mengira, ternyata tubuh Anda mengeluarkan gas sekitar 14 kali sehari dan sekitar 3 - 5 kali selagi Anda tidur. Siklusnya, saluran pencernaan Anda mulai mulai memproduksi karbon dioksida dan metana sekitar 6 jam setelah makan dan kentut adalah mekanisme tubuh untuk menyingkirkannya.

Jika Anda mencoba menahan buang angin dalam waktu lama, maka dapat memicu sakit perut dan kembung.

2. Menggigit Kuku

Ketika Anda menggigit kuku Anda, Anda mengkonsumsi beberapa bakteri yang ada di kuku. Ini akan memerintahkan sistem kekebalan Anda untuk mulai memproduksi sel darah putih yang membantu melawan bakteri ini.

Tubuh Anda juga mencatat bakteri di dalam bank memorinya, jadi jika bakteri tertentu ditemukan untuk kedua kalinya, Anda akan memiliki limfosit yang mampu mengalahkannya.

1. Mengupil

Menjijikkan memang, namun senurut sejumlah penelitian, kebiasaan buruk ini sebenarnya mampu menolong meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena ingus yang dimakan mengandung enzim musin yang dapat melawan bakteri. Saat upil termakan, ini akan memicu sistem kekebalan tubuh melepaskan sel darah putih untuk memerangi bakteri.

Tapi tetap saja, kebiasaan buruk yang satu ini tampak terlalu menjijikkan untuk diteruskan.

Sumber: https://brightside.me/wonder-curiosities/8-gross-habits-that-are-actually-good-509510/

20 Mei 2018

Reaksi Tak Terduga Masyarakat Pada Wanita Bercadar

Tipsiana.com - Berbagai peristiwa peledakan bom yang melibatkan perempuan dan anak-anak belakangan ini begitu mengusik kedamaian masyarakat Indonesia. Terlepas dari siapa dalang dan apa tujuan tindakan biadab tersebut, satu hal yang pasti adalah banyak kalangan kini ikut menjadi korban tak langsung peristiwa tersebut.

Mereka yang berbusana Niqab atau cadar adalah salah satunya. Pelaku peledakan dan beberapa anggota terduga teroris yang saat tertangkap menggunakan cadar berbuntut panjang. Secara tak langsung, wanita bercadar mulai dikaitkan dengan terorisme. Beberapa oknum bahkan melakukan persekusi terhadap mereka yang bercadar.


Hal ini tentu sangat menyedihkan dan berpotensi memecah persatuan bangsa. Padahal, melakukan generalisasi terhadap apa yang dikenakan seseorang merupakan tindakan tak adil. Ahmad Zaki, seorang Youtuber asal Indonesia melakukan eksperimen sosial tentang bagaimana sebenarnya persepsi masyarakat luas tentang wanita bercadar. Hasilnya ternyata diluar dugaan.

Zaki menempatkan seorang pria dengan gaya ikhwah; berkafayeh dan bercelana taktis yang sengaja dibuat cingkrang (dinaikkan diatas mata kaki) di sebuah kawasan mall di Jakarta.  Disebelahnya berdiri dua orang perempuan bercadar. Ketiganya membawa tulisan yang meminta orang-orang untuk memeluk bila mereka merasa aman dengan kehadiran mereka.

"Jika Anda Lelaki Peluk Saya" tulisan ini dibawa oleh si laki-laki. Dua wanita bercadar lainnya membawa tulisan "Jika Anda perempuan, peluk saya," dan "Peluk Saya jika Anda merasa Aman dengan keberadaan Saya."


Awalnya, Zaki berpikir percobaannya ini akan gagal, berbagai ujaran kebencian pada perempuan bercadar yang banyak menyebar di media sosial seolah menggambarkan persepsi umum masyarakat. Namun diluar dugaan, hanya butuh beberapa menit menunggu, para pejalan kaki yang melihat aksi mereka dengan hangat mulai berdatangan memeluk dan menyapa.

Melihat reaksi luar biasa ini, dua perempuan bercadar tersebut menangis haru. Mereka akhirnya tahu bahwa persepsi negatif yang selama ini menyebar hanya dilakukan oleh segelintir orang. Mayoritas masyarakat Indonesia tetap menerima mereka sebagai saudara dan tetap merasa aman berada di sekitar mereka.

Dalam dua hari ini, video Ahmad Zaki menjadi viral di media sosial. Jutaan orang telah menontonnya di Facebook dan ribuan orang memberikan komentar positif, terharu dan bangga pada apa yang dilakukan masyarakat.


Berikut beberapa komentar dari netizen di youtube:
"Demi apa pun saya sangat sedih liat videonya. islam bukan teroris. Teroris bukan islam" tulis Adikaputra CS.

"Saya wanita bercadar, terkadang saya sedih apabila ada yg memandang "KAMI" wanita bercadar sebagai seorang teroris, aliran sesat, sok alim, sok suci dsb
padahal ga semua wanita bercadar itu seperti apa yg orang orang fikirkan, kami hanya manusia biasa yg ingin menjalankan Sunnah. Semoga Allah senantiasa memberi keteguhan hati, kesabaran kepada kita dan menjauhkan kita dr fitnah akhir zaman. Aamiin Allahuma Aamiin" Octarian Mutiara Pradana bercerita.

"Saya salah satu yg memeluk cowo disana...saya merasa sedih kok islam dibeginikan nya...padahal di indonesia ini mayoritas muslim...kok dijaman sekarang seolah-olah orang muslim seperti lemah dan sperti brlindung dr pmerintahan yg tidak pduli dengan mreka...

Jujur saja apa salahnya mereka bercadar,berjenggot atau menggunakan atribut islam lain nya.

Biarkan lah mereka berpakaian tertutup untuk menjalankan ketaatan dalam agamanya dan jangan mengganggunya. Dan kami umat islam jg tidak mngganggu agama lain dengan cara brpakaian nya dlam mnjalan kn kgiatan nya...mari saling berangkulan dan jgn trpecahkan..sesungguhkan umat beragama sedang di adu domba oleh org" sekuler dan liberal...agar kita saling mnjatuhkan dan lemah...dan mreka dengan mudah mnguasai indonesia/NKRI ini...smngat indonesia...allahu akbar!!!" seru akun The new Tyo The new tyo.

Kini gerakan sosial ekspermen ini menyebar ke lampung

Dan Bali

19 Mei 2018

Misteri Noda Darah di Langit-langit Kastil Kyoto

Tipsiana.com - Kastil Fushimi di Kyoto adalah salah satu bangunan terakhir peninggalan zaman Sengoku (zaman negara-negara berperang), sebuah periode pada sejarah Jepang, dalam rentang pertengahan abad ke-15 hingga awal abad ke-17, yang ditandai dengan konflik militer berkepanjangan.  Era ini berakhir setelah Tokugawa Ieyasu berkuasa dan mendirikan Keshogunan Tokugawa serta menyatukan seluruh Jepang di bawah sistem feodal.


Bangunan indah ini menjadi lambang berakhirnya zaman Sengoku dan dimulainya zaman Edo yang termasyhur. Anehnya, di salah satu bagian langit-langit kastil yang megah ini, terdapat bercak noda darah yang berbentuk kaki manusia. Konon, bercak darah tersebut telah berumur 400 tahun.

Bahkan, beberapa kastil lain di kota Kyoto, Ohara, Yawata dan Uji ternyata juga memiliki bercak darah diatas langit-langitnya. Selain berbentuk tapak kaki, bercak darah tersebut juga berbentuk tapak-tapak tangan dan muncratan darah. Peristiwa apa yang sebenarnya terjadi hingga banyak bercak darah di langit-langit kastil Kyoto ini?

Menurut sejarah, bercak darah di langit-langit kastil-kastil ini ternyata berasal dari satu peristiwa di akhir zaman Sengoku. Sebelum Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan Jepang, Ia harus mengalahkan para pendukung Toyotomi Hideyori, seorang bocah 5 tahun pewaris Toyotomi Hideyoshi yang baru saha meninggal.

Cetakan tangan dari darah di Kuil Shodenji

Saat Hideyoshi meninggal pada tahun 1598, lima bupati yang ditunjuknya untuk memerintah atas nama putra kecilnya mulai berebut kekuasaan. Dari lima orang tersebut, Tokugawa Ieyasu adalah yang terkuat.

Ieyasu mendapat kesetiaan dari banyak Daimyo (Bangsawan feodal), yang tidak menyukai Hideyoshi. Tetapi Ishida Mitsunari, seorang daimyo yang kuat, menentangnya. Mitsunari bersekutu dengan para bupati lain dan merencanakan untuk menyerang.

Mitsunari mengumpulkan 40.000 prajuritnya dan berbaris menuju Kyoto untuk menguasai kastil Fushimi.  Kastil Fushimi yang dikuasai Tokugawa Ieyasu dikepung oleh pasukan Mitsunari. Ieyasu hanya menempatkan Torii Mototada, seorang samurai dan sekutu terpercaya Tokugawa ieyasu, untuk melindungi kastil. Istana Fushimi sengaja ditinggalkan pasukan Ieyasu dan hanya dijaga pasukan Torii Mototada untuk memancing penyerangan dari pasukan Mitsunari.

Langit-langit berdarah di Genk-An, Kyoto

Mototada sudah diperingatkan akan serbuan ini, namun meski hanya memiliki 2.000 pasukan, mototada memilih untuk tetap tinggal dan mempertahankan istana.

Selama dua belas hari berikutnya, garnisun Mototada bertahan dengan gagah berani dari serangan itu, sampai pengkhianatan dari orang dalam membuat pasukan Mitsunari berhasil menmbus benteng. Kebakaran melanda kastil, namun Mototada dan sisa 370 prajuritnya memutuskan untuk melakukan tindakan terhormat seorang samurai saat menghadapi kekalahan, mereka melakukan ritual Seppuku, bunuh diri. Dengan pedang mereka, para pejuang pemberani ini memotong perut dan organ dalam mereka hingga menyebabkan pendarahan hebat dan mati seketika.


Meskipun pengepungan kastil Fushimi dianggap sebagai pertempuran kecil, namun tindakan Torii Mototada memiliki dampak besar terhadap jalan sejarah Jepang.

Dalam minggu-minggu berikutnya, Tokugawa Ieyasu mengumpulkan 90.000 pasukan dan menantang Ishida Mitsunari untuk berperang habis-habisan di Sekigahara. Perang akhirnya dimenangkan Tokugawa, ini juga sebagai penanda kemenangan terakhir Tokugawa Ieyasu atas semua pesaingnya. Dengan ditaklukkannya Mitsunari, Tokugawa Ieyasu menjadi Shogun pertama dari keshogunan Tokugawa. Keluarganya memerintah Jepang selama 268 tahun kedepan.

Percikan darah di kuil Shoden-ji

Di tahun 1623, Ieyasu merenovasi Kastil Fumishi yang rusak berat akibat kebakaran. Bagian-bagian kastil yang selamat dari kebakaran dikumpulkan dan digunakan kembali. Salah satu bahan yang dapat diselamatkan adalah papan-papan lantai dimana Torii Mototada dan anak buahnya melakukan bunuh diri massal agar terhindar dari penangkapan. Darah mereka telah meresap begitu dalam ke kayu hingga bercak tapak kaki dan tangan serta muncratan darah permanen menempel di papan-papan itu.

Untuk menghormati pengorbanan mereka yang gagah berani, papan-pahan tersebut disatukan dan dijadikan langit-langit kastil. Papan-papan lainnya dikirim ke berbagai istana dan kuil di Kyoto. Mereka dikenal sebagai Chitenjo, atau langit-langit darah. Anda dapat dengan jelas melihat jejak kaki dan cetakan tangan di papan.

Kastil Fumishi, Kyoto

Bagi Anda yang tertarik berkunjung, kuil-kuil di mana Anda dapat melihat langit-langit darah adalah, Genkoan, Shodenji, Yogenin, dan Myoshinji di pusat Kyoto, Hosenin di daerah Ohara, Jinouji di Yawata, dan Koshoji di Uji.

18 Mei 2018

Al-Qur'an & Ramadhan

Tipsiana.com - Allah berfirman, "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda" - QS 2: 185

Allah telah memilih Ramadhan diatas bulan-bulan yang lain untuk menurunkan Al-Qur'an kepada manusia. Kitab yang mengubah segala-galanya untuk selama-lamanya

Di bulan yang sama ini, Allah sampaikan bahwa fungsi Al-Qur'an itu setidaknya ada 3: petunjuk bagi manusia, bukti-bukti dalam petunjuk, dan pembeda antara haq dan bathil


Pertama, indah sekali ketika Allah memberitahu hamba-hamba-Nya, bahwa Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan, agar jadi petunjuk bagi manusia, bukan hanya mukmin saja.

Inilah penegasan bagi ummat Rasulullah saw, sebab diantara semua ummat para Nabi, kaum Muslimlah yang bertanggung jawab atas semua manusia, agar mereka mengenal Islam.

Maka misi Ramadhan ini adalah untuk kembali mempelajari Al-Qur'an, sebab tugas kita mengenalkan Al-Qur'an itu untuk semua manusia, khususnya di bulan Ramadhan.

Kedua, Al-Qur'an ingin menegaskan bahwa ia datang bukan hanya sebagai petunjuk dari Allah buat manusia, tapi ia juga mukjizat, bukti bahwa Islam adalah agama yang benar.

Andai Musa diberikan petunjuk oleh Allah dalam Taurat, tapi mukjizatnya bukanlah Taurat, melainkan tangan bercahaya, terbelahnya laut, manna wa salwa dan seterusnya.


Begitu juga Isa, petunjuk yang ia bawa dari Allah adalah Injil, akan tetapi mukjizatnya bukanlah Injil, melainkan hidupkan orang mati, menyembuhkan buta dan lepra sekali sentuh.

Tapi Nabi Muhammad saw, Allah berikan petunjuk sekaligus mukjizat, bukti-bukti tak terbantah di dalamnya, agar manusia tak punya hujjah kecuali beriman, itulah Al-Qur'an.

Ketiga, bila keduanya sudah mewujud dalam diri kita, petunjuk dan bukti kebenaran (mukjizat), maka dengan itulah kita bisa membeda, mana yang haq dan mana yang bathil.

Di bulan Ramadhan, ketiganya lebih dibuka pada kita, lebih banyak dan lebih melimpah ketimbang bulan-bulan lainnya, sebab inilah bulan Al-Qur'an.

Ya Allah sayangi kami dengan Al-Qur'an.

Sumber : Status Instagram Ustadz Felix Siauw

17 Mei 2018

Donorkan Darah 'Ajaib' Sepanjang Hidup, Pria ini Selamatkan 2,4 Juta Nyawa Bayi

Tipsiana.com - Pada tahun 1951, seorang anak berusia 14 tahun bernama James Harrison dari Australia terbangun setelah menjalani operasi besar. Dokter mengambil salah satu paru-parunya dan membuatnya harus terbaring di rumah sakit selama 3 bulan penuh.

Selama masa sulit tersebut, Harrison mengetahui kalau ia bisa tetap bertahan hidup berkat transfusi darah dalam jumlah besar yang ia terima selama sakit. Dari sinilah ia berjanji untuk mendonorkan darahnya sendiri agar bisa menolong orang lain.


Undang-undang Australia sebelumnya mengharuskan donor darah berusia setidaknya 18 tahun, alhasil ia harus menunggu 4 tahun lagi untuk melaksanakan janjinya. Setelahnya, ia mendonorkan darahnya secara teratur ke Palang Merah Australia selama 60 tahun. Belakangan diketahui ia ternyata memiliki darah ajaib. Palang Merah memperkirakan Harrison telah menolong nyawa jutaan orang dengan darahnya.

Segera setelah Harrison menjadi pendonor, dokter memberitahunya kalau darahnya ternyata menjadi kunci dari penyembuhan penyakit mematikan. "Di Australia, hingga akhir tahun 1967, ribuan bayi meninggal setiap tahunnya, dokter tak tahu penyebabnya, dan ini sangat menyakitkan," Jemma Falkenmire dari Bagian Pelayanan Donor Darah Palang Merah Australia menceritakan kepada CNN. "Para ibu mengalami banyak keguguran dan bayi dilahirkan dengan kerusakan otak."

Belakangan diketahui penyebab dari hal mengerikan ini adalah terkait dengan penyakit rhesus, kondisi dimana darah wanita hamil mulai menyerang sel darah bayi dalam kandungan.


Panyakit rhesus terjadi saat wanita hamil yang memiliki darah rhesus negatif (RhD negatif) mengandung bayi yang memiliki rhesus positif (RhD positif), yang dibawa dari ayahnya. Jika si ibu sensitif terhadap darah rhesus positif, biasanya selama kehamilan dengan janin yang memiliki rhesus positif, tubuh ibunya akan menghasilkan antibodi yang menghancurkan sel-sel darah 'asing' si bayi.

Ajaibnya, para dokter menemukan ternyata darah Harrison memiliki antibodi langka yang dapat mencegah ibu dengan darah rhesus negatif menghasilkan antibodi RhD selama kehamilannya. Temuan di tahun 1960-an ini kemudian dikembangkan menjadi suntikan yang disebut suntikan Anti-D.

Sampai saat ini dokter masih bingung mengapa Harrison memiliki golongan darah yang sangat langka ini. Perkiraan mereka ini berhubungan dengan transfusi darah yang ia terima ketika ia berusia 14 tahun. Palang Merah Australia juga memperkirakan hanya ada tak lebih dari 50 orang di Australia yang memiliki darah antibodi ini.

"Setiap kantong darah sangat berharga, tapi kantong darah milik James sangat luar biasa. Setiap suntikan Anti-D yang pernah dibuat di Australia berasal dari James." Ungkap Falkenmire. "Dan lebih dari 17% wanita Australia beresiko terserang penyakit Rhesus, James telah menolong banyak nyawa." Tepatnya sekitar 2,4 juta nyawa bayi telah tertolong.


Dikenal sebagai "Pria Bertangan emas," James Harrison telah menyumbangkan 1.173 plasma darahnya, 1.163 dari tangan kanannya dan 10 dari lewat pembuluh tangan kiri.

"Aku akan terus mendonorkan darahku andai mereka memperbolehkannya." Tapi kini Harrison telah melampui batasan usia yang diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Dokter tak lagi memperbolehkan James melakukan donor mengingat usia dan kesehatannya. Pada Jum'at tanggal 11 Mei 2018 kemarin, James melakukan donor darah terakhirnya. Ia dianugerahi Medal of Order dari pemerintah Australia pada tahun 1999.