19 September 2016

Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Virus Zika

Tags

Tipsiana.com - Wabah virus Zika saat ini tengah menciptakan ketakutan di seluruh dunia karena hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Satu-satunya cara terbaik untuk melindungi diri dari serangan wabah ini adalah dengan mengetahui seluruh informasi kesehatan yang berkaitan dengan virus ini. Kali ini kita akan membahas semua hal yang perlu diketahui tentang virus Zika.

Siapa yang menemukan virus Zika?

Zika pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1947, ketika monyet rhesus (seperti difoto) yang hidup di hutan Zika, Uganda menderita penyakit demam yang tak diketahui penyebabnya. Mereka mampu mengisolasi agen menular baru dari monyet yang sakit, dan pada tahun 1952, virus tersebut diberi nama Zika, merujuk pada tempat dimana ia ditemukan.

Monyet Rhesus

Infeksi manusia pertama tercatat terjadi pada tahun 1954 setelah survei serologis (studi tentang cairain tubuh) dilakukan pada orang-orang di Uganda dan negara tetangganya, Nigeria. 50 dari 85 orang yang diuji telah terjangkit virus Zika. Penelitian lainnya dilakukan di sekitar India pada waktu yang sama juga menunjukkan banyak yang telah terjangkit virus Zika. Hasil penelitian ini menunjukkan kemungkinan virus telah lama berkembang dalam populasi manusia.

Apa sebenarnya virus Zika itu?

Virus Zika adalah virus yang menyebar lewat nyamuk yang aktif di siang hari yang merupakan salah satu genus nyamuk Aedes. Awalnya, nyamuk ini berasal dari daerah tropis dan subtropis, namun kini juga telah menyebar ke seluruh dunia. Satu-satunya lokasi yang tidak ditemukan nyamuk ini adalah Antartika. Aktivitas manusia dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat penyebaran nyamuk Aedes begitu meluas ke seluruh dunia.

Satu dari lima orang yang terinfeksi virus Zika lewat gigitan nyamuk menjadi sakit, dan gejala yang timbul adalah demam, ruam, nyeri sendi, mata merah, nyeri otor dan sakit kepala.


Masa inkubasi virus ini bekum diketahui, namun diperkirakan antara beberapa hari hingga seminggu. Gejala yang ditimbulkannya biasanya bertahan selama periode yang sama. Orang yang terjangkit virus ini biasanya tak sadar telah terinfeksi dan tak pergi ke rumah sakit karena sakit yang mereka rasakan tidak terlalu parah. Kasus kematian akibat virus ini juga sangat langka.

Bila seseorang terinfeksi virus ini, yang harus dilakukan adalah:
1. Istrirahat total
2. Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
3. Gunakan obat penurun panas untuk mengurangi demam
4. Jangan bepergian untuk mencegah penularan ke orang lain.

Zika berkaitan dengan demam berdarah dan demam kuning, serta Japanese encephalitis (radang otak) dan virus West Nile. Virus ini didiagnosa dengan melakukan tes darah khusus, namun hingga saat ini belum ditemukan obat dan vaksinnya. Beberapa laporan menyebutkan virus ini juga bisa tertular lewat hubungan seks, namun masih perlu konfirmasi tentang kebenarannya dan kemungkinannya sangat rendah.

Dimana penyebaran wabah virus Zika dimulai?

Meski penyebaran virus Zika telah dimulai di garis khatulistiwa Afrika dan Asia pada tahun 1951 dan 1981, namun wabah itu tak masuk dalam laporan hingga tahun 2007. Pada tahun itu virus Zika menyerang pulau Yap di samudera pasifik.

Serangan wabah terkini dimulai tahun lalu di Brazil. Peneliti menyebutkan virus yang menyerang Brasil berasal dari Polinesia sekitar tahun 2014. Pada bulan Mei 2015, wabah penyakit mirip demam berdarah menyerang wilayah utara, timur laut dan dan tenggara Brasil.

Kini wabah virus Zika mulai merambah Indonesia. Diketahui Zika pertamakali menyerang daerah Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1977. Pada 2015 virus Zika terditeksi di propinsi Jambi. Saat ini Indonesia tengah waspada terhadap meluasnya wabah virus Zika.

Kapan Anda harus waspada pada infeksi Zika?

Meski semua orang rentang terhadap infeksi virus ini, disebutkan Zika memiliki efek paling parah pada wanita hamil dan anak-anak. Jika Anda bepergian ke negara yang terinfeksi virus ini, segera lakukan pemeriksaan darah bila mulai merasakan gejalanya.

Mengapa Zika menjadi masalah kesehatan internasional?

Yang paling dikuatirkan dari serangan virus ini adalah penularan pada ibu hamil ke janinnya. Virus akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak janin.


Akibatnya, pada banyak kasus didapati bayi lahir dengan kondisi cacat mikrosefalus (ukuran otak yang kecil). Meski belum terbukti secara ilmiah, namun penyebab cacat akibat infeksi virus Zika semakin menguat.

Mikrosefalus adalah kondisi dimana kepala bayi jauh lebih kecil dari yang semestinya. Ini disebabkan otak bayi tidak berkembang dengan sempurna selama dalam kandungan, atau bisa juga berhenti berkembang ketika lahir. Akibatnya bayi memiliki tempurung kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Ukuran otak yang kecil bisa mengakibatkan cacat lainnya seperti keterlambatan perkembangan, cacat intelektual dan kejang-kejang.

Bagaimana cara melindungi diri dari bahaya virus Zika?

Hal yang terbaik yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tak berkembang.  Prinsip 4M (menguras, menutup, mengubur, dan memantau) untuk mencegah nyamuk demam berdarah berkembang biak juga digunakan untuk mencegah virus Zika.

Selanjutnya adalah:
- Sebisanya menghindari gigitan nyamuk.
- Hindari berkunjung ke daerah yang terjangkit virus Zika
- Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang
- Gunakan AC atau pasang penutup jendela dan pintu untuk mencegah masuknya nyamuk
- Jika memungkinkan, tidurlah dengan kelambu
- Gunakan lotion anti nyamuk
- Jika Anda punya anak, pakaikan baju yang menutup lengan dan kaki serta gunakan kelambu pada boks dan kereta bayi
- Gunakan permetrin (insektisida sintetis) pada pakaian Anda
- Gunakan pelindung tubuh terutama bila Anda harus tidur berdekatan dengan orang yang baru pulang dari daerah yang rawan serangan virus.

loading...