7 Agustus 2016

Ngeri, Korsel Temukan Ribuan Kapsul Bubuk Bayi Manusia Asal China

Tags

Tipsiana.com - Ribuan kapsul yang disamarkan sebagai obat segala penyakit dan peningkat stamina telah diseludupkan dari China ke Korea selatan. Yang mengejutkan adalah ternyata pil-pil tersebut sebenarnya terbuat dari daging bayi manusia yang baru lahir dan hasil aborsi.

Menurut laporan, mayat bayi dibawa ke sebuah fasilitas penyimpanan untuk kemudian di keringkan di dalam oven microwave medis. Setelah benar-benar kering, daging bayi tersebut ditumbuk hingga menjadi bubuk halus dan dimasukkan kedalam kapsul bersama bahan-bahan herbal untuk menyembunyikan bahan aslinya.


Setelah diteliti, pil ini berisi 99,7 persen bubuk daging manusia. Sejauh ini petugas berwenang di Korea Selatan telah menghentikan beradaran 17.000 pil bayi manusia yang telah berlangsung setahun terakhir. Penemuan ini telah mengejutkan banyak pihak. Ternyata, permintaan pil yang dikenal konsumen sebagai ramuan obat alternatif asal China ini sangat tinggi di pasaran.

Plasenta kering juga banyak diburu setelah dipercaya mempunyai khasiat menyembuhkan. Namun, kenyataanya kapsul daging manusia mengandung bakteri patogen dan bahan-bahan berbahaya lainnya.


Penyelundup yang ditahan mengaku tidak tahu tentang isi kapsul atau proses produksi pil tersebut. Koran lokal China telah mengidentifikasi kapsul daging manusia tersebut berasal dari daerah Jilin, sebelah utara China yang berdekatan dengan Korea Utara.


Sebuah laporan mengerikan menyebutkan bahwa ada sebuah praktek kejam yang disebut "kamar kematian" dilakukan, dimana bayi yang baru lahir sengaja dibiarkan hingga tewas karena bayi tersebut lahir dari keluarga yang sudah memiliki batas anak lebih dari satu.

Untuk menekan populasi, Cina melakukan 13 juta aborsi per tahun, aborsi ini dilakukan oleh para ibu terutama untuk menghindari hukuman denda berat dari pihak berwenang.

Sumber : http://www.dailymail.co.uk/news/article-2140702/South-Korea-customs-officials-thousands-pills-filled-powdered-human-baby-flesh.html

loading...