14 Maret 2016

Mengintip Kehidupan Korea Utara Lewat Foto Terlarang

Tags

Tipsiana.com - Korea Utara, dikenal sebagai negara yang paling misterius di dunia. Tak banyak yang tahu apa sebenarnya yang terjadi pada kehidupan rakyat di dalam negeri penganut paham komunis ini. Seolah nyaman sebagai katak dalam tempurung, negara ini menutup rapat-rapat dinamika kehidupan negaranya dan kalaupun mereka mempublikasikan keadaan negaranya, itu dipastikan telah melewati sensor ketat dari pihak penguasa.

Kebijakan menutup diri ini membuat banyak orang penasaran. Mulai dari negara-negara yang bersiteru dengannya sampai pada turis-turis yang haus petualangan, mereka semua ingin mengetahui apa yang ada di balik kulit luar Korut.

Adalah Michal Huniewicz, seorang turis yang mengunjungi Korea Utara dengan tujuan mengambil foto objek-objek yang sebenarnya dilarang untuk diambil gambarnya oleh pemerintah. Ia terobsesi untuk merekam kondisi korut yang sebenarnya.

Meskipun ia telah dilarang keras oleh pemandu wisatanya, bahkan diancam bisa dipenjara karena terlalu banyak mengambil foto, ia tetap bersikeras mengambil gambar secara sembunyi-sembunyi. Dengan penuh ketegangan, akhirnya ia berhasil menyelundupkan foto-foto berikut keluar dari Korut.


Pemandangan kontras antara pembangunan di wilayah Korea Utara di sebelah kiri dengan China di sebelah kanan



Michal menyebut arsiteksut Korut sebagai 'rancangan brutal' merujuk pada bentuk bangunan yang seragam nyaris tanpa seni arsitektur



Wisatawan dilarang bepergian seorang diri tanpa pemandu wisata dan paspor mereka sengaja ditahan, alasannya agak menggelikan, menghindari wisatawan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Padahal, seperti yang terlihat di foto, jalanan kota Pyongyang begitu lengang tanpa arus lalu lintas yang padat.



Terlihat stasiun kereta Pyongyang diisi beberapa orang yang tampak sibuk lalu lalang saat kereta wisatawan tiba. Padahal menurut jadwal, hanya ada satu kereta yang beroperasi hari itu, yakni kereta wisatawan. Jadi para wisatawan manca negara mencurigai kerumunan orang tersebut hanya akting agar stasiun terlihat ramai.

Lift hotel tanpa nomor lantai 5. Menurut informasi, lantai 5 dipenuhi poster-poster proganda dan diduga sebagai tempat agen pemerintah memata-matai aktivitas penghuni hotel.




Michal punya 12 detik untuk menyusup ke toko lokal yang terlarang didatangi wisatawan. Begitu ketahuan ia langsung diusir keluar, namun ia sempat menjepret suasana pasar lokal tanpa diketahui pemandu wisatanya. Entah apa alasan pemerintah melarang mengambil foto pasar lokal, mungkin karena pasar lokal sepi pembeli yang bisa saja berarti daya beli rakyat Korut yang lemah.



Dua tentara Korut terlihat bersantai, dimanapun berada tentara tampak selalu terlihat. Tak heran, dari 24 juta penduduk Korut, 1,3 juta adalah tentara aktif dan 4 juta tentara cadangan siap dikerahkan bila diperlukan. Dengan 5,3 juta tentara, menjadikan Korut sebagai negara yang memiliki jumlah tentara terbanyak di dunia. Indonesia yang berpenduduk 250 juta jiwa saja hanya memiliki sekitar 800 ribu tentara aktif.


Suasana angkutan umum penduduk Pyongyang saat jam kerja. Sekali lagi, mengambil foto ini termasuk ilegal dan bila ketahuan, pintu penjara  terbuka lebar.


Pedagang pupuk Korut sedang menunggu pembeli pupuk dari bahan kotoran manusia



Contoh suvenir Korut yang bisa anda bawa pulang, semua berbau propaganda

Angkutan umum di Korea Utara. Disana, rakyat yang ingin bepergian harus mendapat izin khusus dari pemerintah. Tanpa izin, mereka akan ditangkap.


Foto-foto Michal mendapat apresiasi beragam saat dirilis di Boredpanda.com. Banyak yang mengacungi jempol akan keberaniannya mengambil foto. Namun tak sedikit yang menganggapnya sebagai turis egois yang hanya ingin eksis tanpa mempertimbangkan nasib orang-orang yang terlibat dalam perjalanannya.

Hampir dapat dipastikan, pemandu wisatanya akan mendapatkan hukuman berat dari militer Korut karena lalai menjaga turisnya. Begitu juga orang-orang yang dipotretnya terancam mendapat interogasi dan perlakuan keras dari pihak militer.

Sumber : boredpanda.com

loading...