30 November 2015

Ini Yang Akan Terjadi Bila Anda Berhenti Minum Air Dingin

Tags

Tipsiana.com - Siapa yang tak suka minum minuman dingin? apalagi saat panas terik dan dahaga sudah tak tertahankan, minuman dingin akan menjadi pilihan pertama kita untuk menghilangkan haus. Namun ternyata, kesegaran minum air dingin tidak selalu baik untuk kesehatan kita. Air dingin memang akan menghilangkan rasa haus tapi ia juga bisa menghambat proses metabolisme dan membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Lalu apa yang akan terjadi bila kita berhenti minum air dingin dan lebih memilih minum air hangat? Para ahli mengatakan meminum minuman panas atau hangat jauh lebih bermanfaat daripada minum air dingin. Berikut hal-hal menakjubkan yang akan terjadi pada Anda bila berhenti minum air dingin dan menggantinya dengan minum air hangat.


1. Anda akan berkeringat

Saat panas terik, tubuh Anda akan berkeringat. Keringat dibutuhkan untuk menjaga tubuh agar tetap dingin. Peneliti di Universitas Ottawa menemukan bukti yang mengarah pada keuntungan meminum air hangat. Mereka menemukan kalau minuman dingin membuat atlet tidak cukup mengeluarkan keringat yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh. Minuman hangat akan membuat Anda berkeringat yang akan mempercepat pendinginan suhu tubuh Anda.

Orang Indian yang melakukan perjalanan jauh dengan kereta api telah lama mengetahui rahasia ini. Mereka akan selalu menyajikan makanan hangat beserta teh manis panas. Pada siang hari, suhu di luar dan di dalam gerbong kereta api mencapai 45°C!

"Aku berdarah Indian, juga berdarah Inggris. Jutaan orang Indian tidak mungkin salah. Mereka minum teh panas saat cuaca panas." - Madhulika Sikka, produser Morning Edition.

2. Anda akan mengurangi resiko terkena diabetes

Sebuah studi yang dilakukan Asosiasi Diabetes Amerika mengatakan bahwa jika Anda minum minuman dingin di siang hari, hal tersebut akan meningkatkan konsumsi gula karena biasanya minuman dingin (selain air putih) memiliki karbohidrat yang berlebih.

Sebagai contoh, sekaleng minuman jus buah, soda, es teh, minuman energi, atau minuman olahraga bisa mengandung 150 kalori dan 40 gram karbohidrat. Ini setara dengan karbohidrat yang terkandung dalam 10 sendok teh gula. Jadi secara alami, nilai gula darah Anda akan meroket.

3. Anda akan menjadi lebih bersahabat

Ini aneh tapi nyata, merujuk pada penelitian di Universitas Colorado Boulder. Mereka meminta partisipan untuk menilai seseorang saat sedang memegang secangkir kopi panas di tangannya dan dibandingkan dengan saat memegang sekaleng kopi dingin. Mereka tidak tahu kalau memegang minuman adalah bagian dari tes ini. Hasilnya menunjukkan saat orang memegang minuman panas, mereka cenderung memiliki persepsi yang lebih positif terhadap kemurahan hati dan empati orang lain.

Sayang saat wawancara kerja, Anda tidak bisa menyuguhkan secangkir kopi panas untuk penguji Anda. Andai bisa, mereka pasti akan lebih berempati dan bisa menangkap potensi Anda.


 4. Anda akan terbebas dari batuk dan pilek

Saat Anda batuk pilek, tak ada minuman yang lebih baik daripada secangkir teh atau kopi hangat. Bila Anda minum minuman dingin saat sedang flu, segelas es teh takkan membantu pemulihan Anda. Mari kita lihat penjelasan ilmiahnya.

Beberapa peneliti di Universitas Cardiff Inggris mencoba mencari tahu alasan dibalik hal tersebut.  Mereka memberikan jus apel dan strowberi kepada partisipan. Kedua minuman itu disajikan dalam bentuk hangat dan suhu kamar. Hasilnya menunjukkan kedua pilihan minuman efektif mengurangi gejala batuk dan pilek tapi minuman yang disajikan dalam keadaan hangat ternyata lebih baik.

Mungkin ada alasan psikologis dari penelitian ini namun peneliti juga menunjukkan efek fisik. Mereka menemukan bahwa rasa manis dalam keadaan panas ternyata memicu pelepasan senyawa mirip morfin dalam otak yang menyebabkan rasa nyaman dan berkurangnya rasa sakit. Fakta tak terbantahkan lainnya adalah ternyata panas meningkatkan citarasa minuman.

5. Metabolisme tubuh Anda akan meningkat

Banyak ahli gizi merekomendasikan meminum air hangat saat makan ketika Anda sedang diet. Orang Tionghoa melakukan ini sepanjang waktu dan mereka selalu heran melihat orang yang minum air dingin saat makan.

Meski tampaknya air panas bukan pilihan bijak saat sedang makan, namun ternyata air panas mampu merangsang pusat kenikmatan di otak. Menurut Dr. Michael B. Wald, Direktur Pelayanan Gizi di Mount Kisco, air panas juga dapat membantu meningkatkan metabolisme Anda.

6. Anda akan lebih terlindungi dari infeksi

Setiap minuman panas atau hangat pastilah air yang telah melalui proses pemasakan sebelumnya, yang artinya lebih sehat. Alasannya, air mendidih akan mensterilkan bakteri dan kuman dalam air. Keuntungannya, dengan meminum air matang membantu mengurangi lendir di hidung.

7.  Pencernaan Anda akan lebih sehat

Ada banyak perdebatan tentang apakah air dingin atau minuman lain akan memperlambat proses pencernaan. Metode pengobatan herbal asal India - Ayuverda mendukung penggunaan air panas saat sedang makan sebagai solusi untuk menyembuhkan pencernaan yang buruk atau mual.

Namun sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menjadi dasar hipotesis tersebut. Namun peneliti di Universitas Maryland telah membuktikan bahwa jika Anda minum teh jahe panas saat makan akan membantu pencernaan.

"Sejak beberapa tahun yang lalu, saya merekomendasikan minum teh jahe pada pasien jantung saya untuk mengatasi rasa mual dan gangguan pencernaan mereka." Dr. Sinatra, Ahli jantung.

8. Anda akan terhindar dari kerusakan gigi

Semua minuman soda dan es teh mengandung banyak gula yang akan berinteraksi gigi Anda. Gula akan memicu terbentuknya semacam asam yang dapat merusak email gigi. Dengan menghindari semua minuman dingin dalam kaleng, Anda tidak harus menyikat gigi setiap selesai meminumnya.

Seperti yang Anda simak, bila mungkin, ternyata jauh lebih baik untuk menghindari minuman dingin dan memilih meminum minuman panas atau hangat demi kesehatan kita.

Sumber : lifehack.org

loading...