16 Agustus 2015

Battle of Surabaya: Film Animasi Anak Bangsa Berkualitas Hollywood

Tags

Tipsiana.com - Setelah lama ditunggu, akhirnya film animasi kolosal; Battle of Surabaya akan tayang pada 20 Agustus 2015 mendatang. Film animasi yang merupakan proyek ambisius MSV Pictures ini memakan waktu pengerjaan selama 3 tahun, dikerjakan oleh sekitar 180 animator profesional dan menghabiskan dana hingga 15 milyar rupiah.

Belum lagi tayang di bioskop, film ini telah mendapat banyak penghargaan dari dunia perfilman internasional. Diantaranya International Movie Trailer Festival pada 2013 dan Hollywood Golden Trailer Awards di tahun 2014. Bahkan produsen film animasi terbesar dunia, Disney, tertarik untuk bekerjasama.


Battle of Surabaya merupakan film untuk segala umur. Cerita Battle of Surabaya merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Bercerita tentang seorang remaja ; Musa, penyemir sepatu yang membawa misi sebagai kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia. Selain surat rahasia, Musa juga mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya.

Bersama sahabatnya Yumna (Maudy Ayunda) dan Danu (Reza Rahadian), Musa mengalami petualangan hebat hingga banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya. Musa akhirnya mengalami petualangan seru dan mendebarkan untuk menyelesaikan misi-misinya diantara ancaman para musuh dan perang yang terjadi waktu itu. Dengan tagline : "There is no glory in war," film ini akan mengajak kita mengalami pahit manisnya perjuangan membela kemerdekaan Indonesia.


Sang sutradara, Aryanto Yuniawan, optimis dengan target yang ingin dicapainya. Ia menargetkan akan mampu meraih pendapatan 200 milyar rupiah dari pemutaran film ini. Sebuah target fantastis untuk ukuran perfilman Indonesia, namun juga realistis bila melihat kualitas film yang bertaraf Internasional dan strategi pemasaran masif yang telah dilakukan MSV Pictures selama ini.

Ia menjamin Battle of Surabaya akan berbeda dengan dengan alur cerita film Indonesia kebanyakan. Inilah satu poin lain yang membuat film ini istimewa. Akan ada kisah perjalanan dramatis dan psikologis dalam film ini. Aryanto menyatakan, film Indonesia selama ini hanya mengekploitasi sisi dramatis saja.

Indonesia patut berbangga dengan capaian ini. Selama ini kita hanya menjadi konsumen film-fim animasi dari luar negeri tanpa mampu bersaing. Semoga anak-anak kita yang selama ini begitu mengagumi film animasi negeri jiran, sebut saja Ipin Upin dan Boboiboy, akan tercuri hatinya. Dan nanti mereka tidak hanya ingin menjadi Boboiboy dalam bermainnya, tapi akan lantang berteriak "Akulah Musa, pejuang Indonesia!"

loading...