30 Juli 2015

Ilmuwan Kembangkan Mesin Star Trek Untuk Pesawat Luar Angkasa

Tags

Tipsiana.com - Bulan adalah satu-satunya satelit alami dari planet Bumi. Jarak antara Bumi dan Bulan adalah rata-rata 380.000 km. Pesawat antariksa berawak Apollo 11 mengorbit Bulan setelah melakukan perjalanan selama 3 hari, 3 jam, 49 menit. Sementara Rekor tercepat untuk sampai ke Bulan dipegang pesawat tak berawak New Horizons dengan waktu tempuh 8 jam 35 menit.

Sebuah penemuan mesin ruang angkasa revolusioner akan memangkas waktu tempuh tersebut. Dengan menggunakan mesin tenaga surya temuan ilmuwan Inggris ini, terbang ke bulan hanya akan ditempuh dalam empat jam saja.

EM Drive, adalah mesin pendorong pesawat luar angkasa, mesin ini disebut mirip dengan mesin pendorong impuls yang digunakan dalam film fiksi ilmiah Star Trek. Mesin ini telah dikembangkan selama hampir 15 tahun oleh peneliti asal Inggris, Roger Shawyer. Walau awalnya dianggap tak mungkin dan mendapat ejekan dari banyak pihak, kini penemuannya mulai mendapat pengakuan.


Para peneliti dari NASA mulai melirik temuan ini dan mengaku mereka percaya mesin ini bisa bekerja. Ilmuan Jerman malah telah mampu memperagakan bagaimana penemuan ini mampu menghasilkan daya dorong yang dibutuhkan pesawat luar angkasa untuk terbang ke antariksa.

Martin Tajmar, seorang profesor dan pimpinan dari Space System di Universitas Teknologi Dresden, memperagakan karyanya di forum American Institute for Aeronautics and Astronautics' Propulsion and Energy. Ia menyatakan telah melakukan uji coba dengan membangun mesin tersebut untuk mempelajari segala kemungkinan dan efek samping dari EM Drive.

Ia membuktikan, daya dorong yang dihasilkan dari mesin tersebut semakin mendekati prediksi, setelah melakukan banyak perbaikan. Jika temuan ini telah berhasil disempurnakan, ini akan membuat revolusi besar pada perjalanan ruang angkasa.


EM Drive bekerja dengan menggunakan tenaga surya untuk menghasilkan banyak gelombang mikro yang ditempatkan pada sebuah ruang tertutup dan bergerak maju mundur. Pada prinsipnya EM Drive akan mengubah energi listrik menjadi energi kinetik berupa daya dorong tanpa perlu bahan bakar roket.

Dr. Harold White dari Johnson Space Center juga telah melakukan pengujian teoritis pada temuan tersebut dan yakin mesin EM Drive bisa bekerja dengan baik. Dr. White menyatakan bahwa daya dorong EM Drive bekerja karena adanya partikel virtual dalam vakum kuantum yang berperilaku seperti ion propelan dalam sistem penggerak magnet-hidrodinamika, menghasilkan "bahan bakar" dari struktur mendasar ruang-waktu dan menghilangkan kebutuhan bahan bakar dengan tanpa perlu membawa propelan.

EM Drive telah dibandingkan dengan Mesin Impuls pesawat induk antar bintang, Enterprise di film Star Trek. Namun penemuan ini masih membingungkan para ahli karena bertentangan dengan prinsip-prinsip fisika yang menyatakan bahwa jika sebuah objek bergerak maju, maka akan ada kekuatan yang akan mendorong kearah sebaliknya.

Sumber: mirror.co.uk

loading...