23 Juni 2015

Menangani Sakit Tanpa Obat

Tags

Perubahan musim dan kurangnya kebersihan bisa menjadi penyebab datangnya penyakit. Yang sering muncul biasanya batuk, demam yang dapat menyerang semua usia. Sebenarnya untuk menangani jenis penyakit ini tidaklah diperlukan obat kimia untuk mengatasi penyakitnya. Yang perlu dicermati adalah penyebab awal datangnya penyakit.

Penanganan penyakit seperti yang tersebut diatas bisa diatasi dengan berbagai alternatif tanpa harus meminum obat. Karena penggunaan obat pada dasarnya adalah memasukkan racun ke dalam tubuh untuk memberantas penyakit. Dan Tentunya selalu menimbulkan efek samping dari setiap penggunaan obat-obatan tersebut.


Cara-cara berikut bisa diterapkan untuk pengobatan pada anak namun ada beberapa yang bisa diterapkan juga untuk orang dewasa.

BATUK
Batuk adalah gejala, bukan penyakit. Batuk merupakan refleks tubuh untuk memberikan jalan nafas. Seperti yang telah disampaikan hal pertama yang harus dipikirkan adalah penyebab batuk. Penyebab batuk bisa saja berasal dari infeksi virus atau karena alergi.

Umumnya batuk disebabkan oleh virus, karena itu tidak diperlukan antibiotik ataupun obat anti batuk. Batuk justru membantu mengeluarkan kotoran dalam saluran nafas berupa dahak yang muncul akibat reaksi tubuh atas peradangan.

Yang perlu dilakukan adalah banyak meminum air putih sebagai alat membantu mengencerkan dahak. Cara lain untuk mengencerkan dahak adalah dengan mengkonsumi kuah sup.

Penanganan untuk anak; buat anak merasa nyaman dengan memposisikan kepala agak tegak atau tengkurap. Atur suhu kamar jangan sampai terlalu dingin, sebaiknya suhu ruangan dibuat lembab dengan meletakkan ember air panas di kamar. Kalau anak tidak mau makan jangan dipaksakan, berilah minum sebanyak mungkin dan untuk bayi bisa dengan memberikan ASI. Tidak perlu panik bila anak muntah, karena cara anak mengeluarkan dahaknya adalah dengan cara muntah.

Lain halnya bagi penderita asma yang perlu penanganan khusus, pantau dan beri obat sesuai dengan petunjuk dokter.

Hal lain yang perlu diperhatikan apabila batuk mengakibatkan :
1. Sesak nafas dengan frekuensi nafas lebih dari ketentuan normal sesuai dengan usia
2. Bibir, wajah, lidah terlihat biru atau pucat
3. Deman lebih dari 72 jam atau selama kurang lebih 3 hari untuk bayi.
4. Batuk yang berkepanjangan
5. Terdengar bunyi "Whoop" setelah batuk, bunyi mengorok saat menghirup napas atau bunyi
     "ngiik" saat menghembuskan nafas
6. Batuk berdarah kecuali baru mimisan
untuk kasus diatas sebaiknya segera anda konsultasikan kepada dokter.

DEMAM
Demam merupakan alarm untuk menunjukkan ada sesuatu yang sedang terjadi pada tubuh kita. Sama seperti batuk, penyebab demam adalah infeksi terutama infeksi virus. Secara mekanisme virus berkembang biak pada suhu rendah dan akan mati pada suhu tinggi. Karenanya demam diperlukan tubuh sebagai salah satu pertahanan untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi.

Kapan sebaiknya dibawa ke dokter? Anda mesti memperhatikan terlebih dahulu apakah :
1. Suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius (usia kurang 3 bulan), melebihi 38.5 derajat celcius
    (usia 3-6 bulan), melebihi 40 derajat celcius (usia 6 bulan keatas)
2. Tidak mau minum padahal sudah dehidrasi
3. Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan
4. Kejang, kaku kuduk leher, sesak nafas dan gelisah, muntah dan diare, sakit kepala hebat
5. Bila anak yang mengalami demam menangis secara terus menerus dan tidak dapat ditenangkan,

maka sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Demam umumnya tidak berbahaya, tingginya demam tidak berarti penyakit makin parah. Tujuan pemberian obat demam bukan untuk mengobati melainkan untuk sedikit menurunkan suhu agar tubuh lebih nyaman. Antibiotik juga belum tentu diperlukan untuk mengatasi demam.

Penanganan pertama untuk mengatasi demam adalah dengan memberikan minum sebanyak-banyaknya, bila diiringi dengan muntah dan diare sebaiknya diberi minumat elektrolit seperti oralit. Karena virus subur di suhu rendah sebaiknya jangan langsung berikan obat penurun panas bila panas tinggi. Jangan berikan obat penurun panas untuk menghindari resiko efek samping.

Sumber : bijak-antibiotik.com

loading...