28 Mei 2015

Salah Kaprah Meminum Susu untuk Kesehatan

Manusia hanya perlu minum susu sampai dengan usia 2 tahun dan itupun hanya berasal dari ASI. Menurut dr. Tan Shot Yen, seorang dokter pemerhati nutrisi, susu hanya cocok sebagai "makanan antara” ketika bayi yang belum sanggup mengunyah dan mencerna. Enzim pencernaan manusia untuk mencerna susu mulai menyusut pada usia 2-3 tahun.

Kenyataannya begitu banyak produk susu di pasaran yang disajikan dengan berbagai formula tambahan yang diperuntukkan sesuai dengan jenis umur maupun untuk kebutuhan tertentu. Mulai dari susu formula untuk balita sampai dengan lanjut usia, maupun susu untuk kebutuhan kalsium. Yang menawarkan kita dengan berbagai jaminan kesehatan bila mengkonsumsi produk-produk susu olahan.

Susu yang digunakan sebagai bahan dasar pada produk susu yang dijual di pasaran pada umumnya berasal dari sapi. Dan tahukan anda bahwa susu sapi sama sekali tidak cocok untuk manusia. Susu sapi hanya cocok untuk sapi, komposisi susu sapi hanya untuk membuat anak-anak sapi gemuk, bertulang besar, tidak terlalu pandai.

Susu sapi alami sama sekali tidak cocok untuk manusia, namun tetap saja dipaksakan agar cocok untuk manusia dengan melakukan proses sterilisasi untuk menghilangkan bakteri pada susu sapi, padahal proses pensterilisasian ini justru akan merusak seluruh zat gizi yang ada pada susu tersebut.

Pencocokan susu sapi untuk kecerdasan anak dengan menambahkan asam amino pada susu sapi yang miskin gizi. Padahal kecerdasan anak berkaitan erat dengan Inisiasi Menyusui Dini, yaitu waktu dimana anak secara insting merayap untuk menemukan puting susu ibunya, mengintegritaskan kecerdasan pertamanya.

Begitu juga agar kolesterol susu sapi yang tinggi tidak membuat manusia kegemukan dan naiknya kolesterol, dilakukan proses pengambilan lemak yang disebut dengan istilah skim. Sayangnya bukan hanya kolesterol yang menjadi penyebab kegemukan, Laktosa atau gula susu dan keasamannya juga malah membuat tulang semakin keropos.

Susu bukanlah satu-satunya sumber kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang, pemenuhan kebutuhan kalsium masih bisa didapat dari sayuran seperti selada bokor (iceberg lettuce). Kalsium pada susu selain ASI tidak dikenal oleh tubuh manusia yang malah akan mengganggu kesehatan dengan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah.

Semua susu juga sudah mengandung laktosa, sukrosa atau corn syrup sebagai pemanis tambahan, belum lagi penggunaan perisa (perasa sintetis) pada susu bisa  menyebabkan ketagihan dan bila dikonsumsi berlebih akan menimbulkan masalah kelebihan karbohidrat.

Bisa anda bayangkan bagaimana proses pembuatan susu melalui tahap skim, ditambahkan formula-formula tertentu, diolah dari  cair menjadi bubuk lalu bisa dibuat cair kembali, pastinya melalui proses kimiawi.

Meminum susu bukanlah jalan satu-satunya agar sehat, pemenuhan gizi sebaiknya dengan mengkonsumsi bahan-bahan yang berasal dari alam seperti buah dan sayuran.

dr. Tan Shot Yen dikenal sebagai dokter yang dalam penyampaian idenya sering membuat analogi-analogi menarik, dengan gaya penyampaian ekspresif, mimik, dan intonasi yang teatrikal; kadang keras dan sinis, kadang kocak, kadang lembut. Dinding ruang praktiknya bersih dari tempelan iklan obat.  tidak memperlakukan pasien sebagai pesakitan, tetapi sebagai manusia yang punya daya menjadi kritis.

Tentu pendapat dari dr. Tan Shot Yen ini perlu kajian lebih mendalam dan harus didukung oleh fakta dan penelitian ilmiah yang valid. Yang sebenarnya menjadi perhatian beliau adalah pola pikir masyarakat yang terlalu men'dewa'kan susu formula, padahal banyak alternatif bahan makanan lain yang bisa menggantikan susu sebagai sumber nutrisi tanpa harus memaksakan diri membeli susu formula dengan harga yang relatif mahal.

Sumber : Tabloid Nyata - Rubrik dr. Tan Shot Yen, http://redaksi9.blogspot.com/2015/05/kebohongan-manfaat-susu-wajib-anda.html, http://www.kuncitips.com/2015/05/ini-dia-kebohongan-manfaat-susu-yang.html, tokohindonesia.com

loading...

1 komentar so far