28 Mei 2015

11 Tradisi Pemakaman Paling Aneh

Tags

Lintas negara, lintas budaya dan lintas waktu, manusia mengantarkan seseorang yang telah meninggal ketempat peristirahatan terakhirnya dengan berbagai macam ritual yang berbeda.

Sebagian telah kita ketahui namun banyak dari tradisi pemakaman yang terasa aneh dalam pandangan kita. Ini adalah cerita tentang sebelas tradisi pemakaman paling aneh di berbagai belahan dunia.

Peti Mati Fantasi

Di Ghana, orang mati dikubur dalam peti mati yang berbentuk cerminan pekerjaan mereka atau obsesi mereka saat masih hidup. Peti mati fantasi pertama kali dibuat pada tahun 1950, terkadang berbentuk Mercedes Benz atau babi atau bahkan sepatu sneaker. Untuk membuat peti mati unik ini, pengrajin menggunakan kayu dari pohon wawa lokal dan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat bentuk yang diinginkan dengan menggunakan alat non listrik sederhana.

Pemakaman Badut

Di banyak negara Eropa, keluarga yang sedang berkabung menyewa badut untuk meringankan suasana proses pemakaman yang serius. Tradisi bermula pada masa Romawi Kuno, di mana keluarga yang berduka menyewa pelawak berpakaian seperti orang yang meninggal yang mereka percaya dapat menenangkan jiwa dan membawa sukacita bagi yang hidup. Saat ini, badut pemakaman hanya berdiam diri atau membuat sedikit gerakan lucu untuk membuat yang berduka tidak terlalu bersedih.


Famadihana

Selama berabad-abad, orang-orang Malagasi, Madagaskar tidak mengubur orang yang meninggal sebagai bagian dari tradisi "Famadihana", istilah yang berarti  "kembali menjadi tulang,"  Penduduk Malagasi memindahkan mayat kerabat yang meninggal dari kubur mereka sekali setiap tujuh tahun dan menari dengan mayat tersebut seharian di sekitar makam. Setelah mayat telah benar-benar rusak, mereka menari lebih semangat karena beranggapan orang yang dicintai telah bergabung dengan nenek moyangnya di akhirat.


Makam gantung

Beberapa kebudayaan di Indonesia, Cina, dan Filipina menggantung peti mati di sisi tebing untuk mencegah hewan mengganggu jasad kerabat mereka dan untuk memberkati jiwa almarhum. Di Sagada, Filipina, praktek ini telah berlangsung selama dua ribu tahun. Dan di Tana Toraja, Indonesia. Tradisi makam gantung ini menjadi daya tarik wisata yang unik.

 

Pemakam Langit

Sebagian besar umat Buddha Tibet lebih memilih melakukan tradisi pemakaman langit dibanding pemakaman konvensional, praktik pemakaman ini dilakukan dengan cara tubuh orang yang meninggal ditinggalkan di pegunungan untuk dimakan oleh burung pemakan bangkai atau hewan lainnya. Idenya adalah bahwa orang mati akan hanya bertahan dalam bentuk spiritual, tanpa meninggalkan jasad. Tubuh hanyalah wadah dari kehidupan material mereka. Orang-orang Parsi Asia Selatan juga melakukan tradisi pemakaman ini.


Endokanibalisme

Beberapa kebudayaan kuno, termasuk Melanesia, Papua New Guinea dan orang-orang Wari Brasil, memakan tubuh orang yang sudah meninggal. Meskipun praktek ini tidak lagi meluas, para biarawan Aghori dari Varanasi masih memakan daging manusia karena mereka percaya bahwa praktek tabu tersebut akan membawa mereka menuju pencerahan.


Sati

Sejak abad ke-4 SM, janda di beberapa budaya Asia mempraktekkan ritual Sati, atau praktek membakar diri di atas tumpukan kayu bakar pemakaman suaminya yang meninggal dunia. Tradisi ini diduga dimulai oleh Bangsawan didekat India sebelum menyebar ke kelompok lain antara abad ke- 12 hingga abad ke-18. Meskipun ritual membakar diri ini dilakukan dengan sukarela, ada laporan yang menyebutkan beberapa istri yang dibius dan diikat ke onggokan kayu pembakaran untuk dibakar bersama jasad suaminya. Sati kini dilarang di India.


Memotong Jemari Tangan

Sampai saat ini, ketika seorang pria suku Dani dari Papua meninggal, istri dan anak-anaknya melakukan ritual memotong jari-jari mereka dengan kapak. Tradisi ini dimaksudkan untuk menyelaraskan rasa sakit fisik agar sama dengan kesedihan emosional anggota keluarga yang berkabung, serta mengusir semua roh jahat dari orang yang meninggal. Setelah jari mereka putus, jari tersebut akan mereka keringkan, dibakar, untuk kemudian dikuburkan dalam sebuah ritual terpisah.


Ritual Pemakaman Aborigin

Di Australia, suku Aborigin membungkus mayat anggota keluarga yang meninggal dengan oker merah. Yang dipercaya dapat mempermudah dewa kematian menemukan roh orang yang meninggal tersebut. Mayatnya kemudian dibiarkan membusuk di atas sebuah panggung.


Pemakaman Hijau

Di Amerika, proses pemakaman hijau sedang menjadi tren. Alih-alih menggunakn cairan pembalseman yang berbahaya bagi bumi, keluarga orang yang sudah meninggal memilih untuk menguburkan orang yang mereka cintai dalam peti mati biodegradable yang mampu terurai di dalam tanah. Versi lain melibatkan penyebaran sisa-sisa tubuh manusia yang meninggal pada terumbu karang untuk mendukung kehidupan laut sekitarnya.


Pemakaman Striptease

Untuk memikat pelayan agar datang ke acara pemakaman, anggota keluarga almarhum di pedesaan Cina  sering membayar mahal penari telanjang untuk tampil di acara prosesi pemakaman. Praktek yang umum, yang disebut "kusangren," memastikan bahwa kesedihan harus dilampiaskan dengan cara yang bising, dan  spektakuler. Padahal menari eksotis sangat dilarang di Cina dan Kementerian negara Kebudayaan telah mengeluarkan tindakan keras pada ritual tersebut. Maaf, untuk pemakaman yang satu ini tidak boleh ada gambar.

loading...