11 Mei 2015

10 Tragedi Hukuman Mati Yang Gagal

Tags

Hukuman mati adalah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.

Meskipun masih terjadi pro dan kontra terhadap hukuman ini, di banyak negara hukuman mati masih digunakan sebagai ganjaran adil atas kejahatan yang dilakukan terpidana. Meski begitu, dari waktu ke waktu, di cari teknik menghukum mati yang efektif. Dengan waktu yang singkat dan sebisanya si terpidana mati tidak harus menderita dalam waktu yang lama.

Namun kegagalan dapat saja terjadi. Dan semua kisah eksekusi mati yang gagal ini bagai di cerita horor, tapi ini lebih menyeramkan lagi karena merupakan kisah nyata.

Hukuman Mati Maria, Ratu Skotlandia, 1587

Akhir hidup yang mengerikan dari Maria sang Ratu Skotlandia atmosfernya masih dirasakan bahkan hingga empat abad kemudian. Pada 8 Februari 1587 di Fotheringay Castle, sekitar 500 orang menonton saat sang Ratu melepas jubahnya dan berlutut di depan algojo.


Ayunan kapak pertama si algojo tidak mampu memutuskan kepalanya. Sang Ratu masih mampu mengerang panjang, Algojo bahkan harus mengayunkan kapaknya dua kali lagi hingga kepala sang Ratu benar-benar terpenggal untuk kemudian di tontonkan ke orang ramai.

Eksekusi Jesse Tafero, 1990

Hukuman mati dengan kursi listrik telah berlangsung lama di AS. Tapi kursi eksekusi yang digunakan hampir tak pernah diganti. Kursi listrik di penjara Negara bagian Florida digunakan sejak tahun 1924 hingga 2000. Pada tanggal 4 Mei 1990, Jesse Tafero tewas di kursi ini, tapi setelah disetrum sebanyak tiga kali! Penyebabnya sama dengan adegan di film "Shawshank Redemption," busa untuk kepala yang seharusnya di rendam air ternyata langsung dipakaikan ke kepala Tafero dalam kondisi kering.

Akibatnya, percik api setinggi 15 cm keluar dari kepalanya begitu setrum dinyalakan. Eksekusi pertama 'hanya' membuatnya gosong terbakar namun masih hidup, hingga harus di ulang hingga 3 kali. Ia tersiksa selama 13 menit sebelum dinyatakan benar-benar meninggal. Kursi listrik itu tetap digunakan hingga tahun 2000.

Eksekusi Clayton Lockett, 2014

Eksekusi mati yang mengerikan terhadap Clayton Lockett menjadi headline nasional pada 29 April 2014. Dia dijatuhi hukuman mati dengan cara di suntik mati. Obat pertama disuntikkan pada pukul 18:23 waktu setempat. 10 menit kemudian ia pingsan, 2 suntikan lagi diberikan untuk menyelesaikan prosedur hukuman mati tersebut.

Namun yang terjadi di luar dugaan, tubuh Lockett kejang-kejang, ia tersadar dan mulai meraung kesakitan. Ia akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 19:06, Lockett harus merasakan kesakitan yang amat sangat selama 43 menit. Akhirnya Gubernur Oklahoma membuat pernyataan bahwa walaupun obat biasa tidak tersedia, hukuman mati harus tetap dilakukan. Artinya Lockett telah menerima suntikan mati dengan obat yang tidak seharusnya. Namun Pemerintah Oklahoma tidak bersedia membeberkan jenis obat yang diberikan.

Ekseskusi William Kemmler, 1890

Kemmler dihukum mati karena membunuh istrinya dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik. Ia adalah orang pertama yang dieksekusi dengan memakai kursi listrik. Pada 6 Agustus 1890 ia didudukkan di kursi listrik dan hukuman siap diberikan.

Sekitar 700 volt arus listrik disengatkan ke tubuhnya selama 17 detik. Kemmler terbakar, tapi tidak mati. Kembali kursi menyetrum dengan kekuatan 1.020 volt, asap keluar dari kepalanya. Ia akhirnya mati dengan tubuh habis terbakar. Hukuman mati yang tragis.

Eksekusi Jimmy Lee Gray, 1983

Pemberitaan wartawan tentang detik-detik kematian Gray benar-benar sebuah mimpi buruk. Ia dimasukkan kedalam kamar gas pada 2 September 1983.


Setelah ruangan dibanjiri gas beracun selama 8 menit, ternyata ia masih hidup. Bahkan para saksi yang hadir tak sanggup melihat penderitaan Gray dan keluar ruangan. Akhirnya Gray meninggal namun bukan karena gas beracun, tapi tewas karena membentur-benturkan kepalanya ke tiang baja akibat tak kuat menahan rasa sakit. Penyelidikan terhadap gas beracun yang tidak efektif menemukan bahwa si Algojo ketika mengeksekusi Jimmy ternyata dalam keadaan mabuk, sehingga ia salah memberikan dosis gas.

Eksekusi Donald Eugene Harding

Donald Eugene Harding menjadi orang terakhir yang dihukum mati oleh kamar gas di Arizona. Dia dieksekusi pada tanggal 6 April 1992, dan itu menjadi hukuman mati yang mengerikan.

Ia harus menderita selama 10 menit setelah menghirup gas racun sianida. Harding mengalami sesak nafas, meraung dan meronta-ronta. Pemandangan horor itu disaksikan sejumlah saksi. Karena kematian yang sangat menyakitkan, akhirnya sebulan kemudian hukuman kamar gas dihilangkan dari Arizona dan diganti dengan suntik mati.

Romell Broom, 2009

Eksekusi yang dilaksanakan pada 2009 terhadap Romell Broom gagal total, ia selamat. Broom seorang pecandu narkoba jenis suntik kelas berat. Saat akan menjalani hukuman suntik mati, petugas bingung mencari urat vena yang masih baik untuk disuntik. Suntikan bertubi-tubi tidak berhasil menemukan vena yang ideal.

Setelah ditusuk-tusuk selama 2 jam, petugas menyerah. Broom akhirnya dikirim kembali ke penjara. Jadwal eksekusi kedua belum ditetapkan hingga kini.

Hukuman Gantung Thomas Ketchum, 1890

Thomas Ketcum adalah seorang bandit sejati di akhir zaman koboi. Setelah tertembak di lengan dan terluka parah, Ketchum ditangkap di Clayton, New Mexico.

Dia dijatuhi hukuman gantung, hukuman yang baru pertama kalinya dilakukan di kota tersebut. Mereka menjual tiket untuk bisa menonton. Orang-orang dari berbagai kota berbondong-bondong datang. Tapi karena hukuman itu adalah hukuman gantung pertama, mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya dengan benar. 

Begitu algojo menarik tuas, tali gantung yang terlalu kecil mengiris kepala Ketchum hingga lepas dari tubuhnya. Seluruh penonton terhenyak menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu.

Eksekusi John Evans, 1983

John Evan dihukum kursi listrik oleh negara  bagian Alabama. Hukuman ini dilaksanakan pada 22 April 1983. Evans diikatkan ke kursi listrik yang dibuat oleh sesama narapidana pada 1927. Kursi ini sudah lama tidak digunakan, terakhir digunakan pada tahun 1965.

Begitu setrum pertama dinyalakan, percikan dan nyala api meledak dari sebuah elektroda yang terletak di kaki kiri Evans. Api juga keluar dari penutup kepalanya. Saksi berkisah tercium bau daging terbakar yang sangat kuat. Dokter memeriksa Evans yang telah terbakar. Sang dokter terkejut, jantung Evans masih berdetak.

Elektroda kembali diikatkan ke kakinya dan arus listrik kedua dinyalakan. Asap keluar semakin banyak dari tubuhnya. Dokter kembali memeriksa detak jantung Evans, dan kembali terkejut, jantungnya masih berdetak. Ia masih hidup! Akhirnya setruman ketiga diberikan dan Evans meninggal setelah 14 menit mengalami penderitaan tak terkatakan.


Eksekusi Allen Lee Davis, 1999

Hanya berselang sembilan tahun setelah eksekusi mengerikan terhadap Jesse Tafero, Pemerintah Federal Florida kembali melakukan eksekusi dengan kursi listrik terhadap terpidana mati Allen Lee Davis.

Ia dieksekusi pada 8 Juli 1999, dan menjadikan eksekusi tersebut sebagai eksekusi gagal paling mengerikan yang pernah terjadi. Darah mengalir deras dari mulut dan dadanya begitu listrik dinyalakan. Ia tewas di kursi listrik baru yang dirancang khusus untuk badan bongsornya (158 kg). Hakim Mahkamah Agung Florida mengatakan bahwa Davis telah "secara brutal disiksa hingga mati oleh warga Florida."

Soal mati tak wajar, Anda bisa juga menyimak artikel berikut ini :
9 Tokoh Terkenal Yang Mati dengan Cara Konyol

loading...