11 April 2015

Orang yang Gemar Membaca Cenderung akan Sukses, Ini Alasannya

Kita diajarkan dari usia yang sangat muda bahwa membaca sebanyak mungkin adalah jalan menuju kesuksesan. Coba bayangkan seseorang yang cerdas, seseorang pekerja keras yang anda kenal, pasti Anda akan membayangkan mereka duduk di perpustakaan membaca beberapa buku sekaligus selama berjam-jam. Meskipun orang yang hobi membaca belum bisa dijamin kesuksesannya, orang-orang sukses pastilah seorang pembaca setia.

Lihatlah Bung Karno, pada usia 16 tahun ia telah melahap habis berbagai karya besar Dunia. Ia mengagumi Thomas Jefferson dengan Declaration of Independence yang ditulis tahun 1776. Di usia belia tersebut, Ia telah paham betul gagasan George Washington, Paul Revere, hingga Abraham Lincon. Semuanya ia pelajari dari membaca.

Ir. Sukarno, 70% harta kekayaannya adalah buku
Beliau pernah berkata "”Aku gemar sekali belajar, gemar membaca. Sampai, boleh dikatakan, aku kadang- kadang meninggalkan pelajaran-pelajaran di sekolah untuk, waktunya aku pakai untuk membaca buku-buku politik, yang tidak diajarkan di sekolah kepada saya. Aku membaca sejarah dunia, aku membaca sejarah bangsa-bangsa, aku membaca kitab-kitab tentang gerakan kaum buruh, aku membaca tentang gerakan Islam."

"Jadi, aku ini gemar membaca, oleh karena aku anggap perlu untuk mengisi otakku, mengisi pikiranku, mengisi semangatku selebar-lebar mungkin. Jendela terbuka, ide-ide itu masuk di dalam ingatanku, pikiranku itu."

Dan semua dari mereka, orang yang gemar membaca dan orang sukses, memiliki ciri-ciri yang sama sebagai berikut.

1. Gemar membaca akan membuat orang menjadi fokus
Orang-orang sukses mampu fokus pada satu tugas untuk jangka waktu yang lama. Siapa pun yang pernah membaca novel Atlas Shrugged karya Ayn Rand pasti sepakat bahwa menyelesaikan membaca bukunya bukanlah proses yang cepat karena bukunya sangat tebal; 1168 halaman. Membaca sebuah buku bukanlah sebuah proses tunggal. Pembaca harus beristirahat, namun mereka tidak akan dapat meninggalkan bacaannya lebih dari satu hari, mereka akan melanjutkan membaca sampai selesai. Orang-orang sukses merasakan hal yang sama mengenai tugas mereka, mereka akan terus berusaha menyelesaiakan tugas mereka hingga tuntas, dan mereka akan terus fokus pada tugasnya.

2. Mereka menetapkan tujuan
Seiring dengan fokus, pembaca menetapkan tujuan untuk diri mereka sendiri setiap kali mereka mulai duduk untuk membaca. Apakah menentukan untuk membaca sejumlah halaman tertentu sebelum pindah ke kegiatan lain, atau memutuskan untuk membaca sampai suatu konsep tertentu tergambar di pikirannya, pembaca aktif mencoba untuk mencapai sesuatu setiap kali mereka membuka sebuah buku. Orang-orang sukses menetapkan tujuan hampir setiap saat dalam kehidupan mereka, dan terus bekerja menuju tujuan hingga tercapai.


3. Mereka meluangkan waktu dengan bijak
Mereka mungkin cuma punya waktu 20 menit sebelum harus melakukan kegiatan lain, tapi bukannya mereka menganggap "cuma punya waktu 20 menit" yang tidak bisa dibuat untuk melakukan apapun, mereka akan menghabiskan 20 menit tersebut untuk membaca.  Orang-orang sukses menganggap waktu mereka sangat berharga, dan akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Seorang yang  gemar membaca menyadari bahwa waktu 5 menit waktu yang terbuang setiap hari selama setahun, sama dengan membuang peluang untuk membaca selama 24 jam.

4. Mereka memiliki perspektif dalam berfikir
Orang-orang sukses mampu melihat semua sudut dari suatu masalah, karena mereka telah membaca berbagai literatur dari berbagai perspektif. Dua novel favorit Bill Clinton adalah karya  Ralph Ellison The Invisible Man dan Maya Angelou, I Know Why the Caged Bird Sings. Wawasan yang beliau peroleh dari membaca novel ini adalah memiliki sudut pandang terhadap diskriminasi ras sebagai politisi. Menjadi gemar membaca memungkinkan Anda untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, walau hanya untuk sesaat; tetapi sekali kita menyelesaikan membaca, Anda akan ingat pengalamannya selama sisa hidup Anda.

5. Mereka reflektif
Selain memperoleh perspektif, pembaca akan bercermin tentang apa yang mereka baca. Memiliki sudut pandang (perspekstif) akan membuat orang bisa melihat dari sisi luar, sementara perilaku reflektif akan membuat pembaca bercermin akan dirinya sendiri. Mereka akan belajar untuk dapat menjadi produktif dan berusaha menjadi lebih baik dengan perspektif baru mereka.

Orang-orang sukses perpandangan membaca bukan hanya sebagai tindakan sederhana yang hanya menatap kata-kata di halaman sebuah buku. Mereka memahami efek mendalam bahwa barisan kata-kata tersebut akan merasuk kedalam pikiran, dan dapat mengubah hidup seseorang.

6. Mereka memiliki kemampuan menulis dan berbicara yang luar biasa 
Tidaklah mengherankan bahwa orator terbesar dalam sejarah manusia semuanya kutu buku. Orang-orang sukses mengambil inspirasi dari apa yang dibacanya dan membangun karakter pribadinya, serta memanfaatkan inspirasi ini sebagai penyemangat perjuangan mereka. Dari Demosthenes, Lincoln, Nelson Mandela hingga Sukarno, mereka adalah orang-orang yang tetap dikenang dalam sejarah dan memiliki pemikiran luar biasa yang menginspirasi banyak orang.

7. Ingatan mereka tajam
Seorang kutu buku menyadari betul betapa kuat sebenarnya otak manusia. Otak manusia mampu menerima informasi hampir tak berbatas.
Semakin banyak Anda membaca dan belajar, semakin mudah untuk mengingat informasi. Orang-orang sukses tidak percaya mitos konyol yang menyebut bila anda belajar sesuatu yang baru maka yang lama akan hilang keluar dari otak. Yang mereka tahu hanya belajar dan terus belajar hingga tanpa mereka sadari, mereka memiliki wawasan yang begitu luas.

8.
Otak mereka tetap segar
Seorang pembaca ulung tahu bahwa otak ibarat otot yang perlu dilatih. Sama seperti berlatih di gym untuk membesarkan dan menguatkan otot tubuh, membaca dapat membuat pikiran dan ingatan anda menjadi kuat. 


Orang-orang sukses melatih pikiran mereka dengan membaca atau dengan metode lain seperti mengisi teka teki silang dan permainan asah otak lainnya. Orang-orang sukses biasanya akan selalu tertantang untuk mengatasi dan memecahkan setiap masalah, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan berpikir mereka.

9. Mereka terdidik dan informatif
Orang-orang sukses berdiri di puncak karena telah menghabiskan waktu mereka di bumi pembelajaran. Ketika mereka mulai membaca sebuah buku, mereka tidak berniat hanya untuk menyelesaikannya, tapi juga untuk mengambil sesuatu dari buku yang dibacanya. Membaca buku bukan hanya seperti tugas sekolah yang harus diselesaikan, tapi bagi mereka merupakan kesempatan untuk memperluas pengetahuan mereka. Bahkan saat membaca novel fiksi, orang-orang sukses akan mengambil pelajaran hidup yang akan mereka bawa selamanya.


10.
Mereka membaca untuk bersantai
Bahkan orang yang paling sukses sekalipun perlu menjauh dari dunia sesekali. Tapi bukan berarti pikiran mereka juga berpaling sepenuhnya. Tidak masalah dengan membaca 'majalah sampah' atau buku komik untuk melepas lelah.
Membaca apa saja lebih menguntungkan daripada menonton televisi atau selalu nongkrong di cafe. Sekali lagi, orang-orang sukses menghargai setiap menit waktu mereka, dan bahkan pada saat-saat paling santaipun, mereka masih memilih untuk membaca. Bung Karno sekali lagi bisa jadi contoh sempurna, bahkan ke toilet pun beliau membawa buku untuk dibaca.
Sumber: Lifehack (), Kompasiana, Lebaran.com

loading...