22 April 2015

10 Fakta Tersembunyi Tentang Einstein

Tags

Pada 18 April 1955, Albert Einstein menghembuskan nafas terakhirnya. Salah seorang jenius paling cemerlang di dunia ini telah memberi pengaruh yang luar biasa pada perkembangan ilmu pengetahuan. Teori Relativitas umum menjadi pilar fisika modern yang dianut oleh seluruh fisikawan dunia.

Pengaruh Einstein bahkan melampaui bidang ilmiah, pandangan politik dan sosialnya juga telah membuatnya menjadi ikon kecerdasan dan kebijaksanaan. Sampai kini ia menjadi salah satu orang yang memiliki pengaruh luar biasa pada peradaban dunia.

Namun dibalik ketenarannya itu, ada beberapa fakta yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Berikut 10 fakta tersembunyi dari seorang Einstein.


1. Ketika Balita Mengalami Kesulitan Berbicara

Einstein kecil mengalami masalah sulit bicara sampai umur 7 tahun. Ada yang menganggap ia terkena Sindrom Asperger, sebuah gangguan spektrum autisme yang mempengaruhi kemampuan bahasa dan perkembangan perilaku anak.


2. Dari Kecil Jago Matematika

Mitos yang berkembang saat ini menyatakan Einsten ketika muda bodoh dalam pelajaran Matetematika. Ini ternyata tidak benar. Faktanya, kemampuan fisika dan matematika-nya sempurna. Bahkan ia telah mempelajari kalkulus sejak umur 12 tahun.


3. Ide Paling Cemerlangnya Muncul dalam Satu Tahun

Pada tahun 1905, Einstein mempublikasikan empat karya ilmiah sekaligus dan dianggap sebagai kontribusi paling signifikan terhadap ilmu fisika. Di tahun yang sama ia juga menyusun disertasi Doktor sambil bekerja sebagai pegawai di kantor Paten Swiss. Dari empat karya ilmiahnya, satu karya menjadi pondasi dari teori fisika tentang relativitas khusus, dan sisanya memenangkan hadiah Nobel.

4. Teori Relativitas tidak Menang Nobel

Meskipun teori relativitas menjadi yang paling terkenal saat ini, tapi faktanya teori tersebut tidak pernah memenangkan hadiah Nobel. Karya ilmiah tentang efek fotografi menggunakan teori kuantum-lah yang mendapat penghargaan Nobel.

5. Einstein Pernah Jadi Negosiator Pelepasan Sandera

Pasca Perang Dunia I, ketenaran Einsten sebagai seorang yang cinta damai pernah diuji ketika ia berada di Jerman. Saat itu para pelajar radikal menyandera Rektor dan beberapa Profesor di Universitas Berlin. Einstein bersama Max Born, seorang pionir mekanika kuantum asal Jerman, diminta melakukan negoisasi terhadap penyandera. Para pelajar radikal tersebut sangat menghormati Einstein dan akhirnya bersedia melepaskan sanderanya.

6. Einstein punya Anak Haram

Ketika di Universitas Zurich, Einstein memiliki hubungan asmara dengan sesama mahasiswa, Mileva Marić. Mileva hamil dan melahirkan seorang putri diluar nikah bernama Leiserl. Walau pada akhirnya Mileva menikah dengan Einstein, mereka tetap menyembunyikan status anak diluar nikah tersebut, hingga banyak orang mengira anaknya meninggal saat bayi atau telah diadopsi.



7. Einstein Ternyata Playboy

Einstein dan Mileva Marić akhirnya bercerai, penyebabnya Einstein selingkuh dengan wanita lain. Salah satu simpanannya adalah sepupunya sendiri, Elsa, yang akhirnya menjadi istri keduanya. Selama menikah dengan Elsa, Einstein terus memiliki skandal asmara dengan wanita lain. Elsa tahu kelakuan suaminya namun selama tidak bocor ke publik, ia memilih diam.


8. Uang Dari Hadiah Nobel Diserahkan untuk Penyelesaian Perceraian

Perceraian Einstein dengan Mileva Marić hanya akan disetujui dengan satu syarat: Bila ia memenangi Nobel, Einstein harus menyerahkan uang hadiah tersebut kepada istrinya. Perlu waktu untuk memenuhi syarat tersebut. Saat ia akhirnya menang Nobel pada 1922, uang hadiah Nobel itupun diserahkan kepada mantan istrinya.

9. Einstein Pernah Ditawari Jadi Presiden Israel

Selain prestasi di bidang fisika, Einstein juga terkenal karena pandangan politiknya. Dia adalah seorang cinta damai dan menganjurkan perlawanan terhadap pengembangan nuklir setelah berakhirnya Perang Dunia II. Pada tahun 1952, Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion menawarkan Einstein menjadi Presiden Israel, namun ia menolaknya dengan alasan lanjut usia.


10. Otak Einstein Dicuri

Ketika telah meninggal, jasad Einstein dikremasi. Tapi sebelumnya, dokter yang melakukan autopsi pada jasad Einstein pada 18 April 1955 di Princeton, Dr. Thomas Harvey, memiliki rencana lain.


Melihat peluang untuk mempelajari otak dari salah satu orang paling jenius di dunia, dia mencuri otak Einstein. Ia juga mengambil mata Einstein untuk kemudian diberikan kepada dokter mata Einstein. Otak itu kemudian dipotong-potong menjadi bagian kecil, beberapa potongan disimpan dalam stoples, tapi dokter tersebut tidak pernah sempat mempelajarinya. Setelah 43 tahun, spesimen otak Einstein tersebut dikembalikan ke Princeton.

loading...