Kisah Dibalik Enam Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan

Tipsiana.com - Siapa sangka, selain sebagai tempat berlangsungnya kegiatan kenegaraan, Istana Kepresidenan RI ternyata juga menjadi tempat koleksi ribuan karya seni paling indah di Indonesia. Dari 3000 koleksi seni milik Istana, dalam dua tahun berturut-turut kita diberi kesempatan menikmati 77 lukisan mahakarya seniman paling legendaris di Indonesia.

Pada tahun 2016, 29 lukisan bertema "Goresan Juang Kemerdekaan" ditampilkan untuk umum di Galeri Nasional, Jakarta. Lukisan-lukisan terbaik bertema perjuangan rakyat merebut kemerdekaan ini begitu menumbuhkan semangat nasionalisme.


Dan pada 2017 ini, kita kembali diberi kesempatan untuk menikmati 48 lukisan bertemakan "Senandung Ibu Pertiwi". Menariknya, di pameran kali ini ditampilkan lukisan yang paling disenangi Bung Karno, hingga lukisan dengan aura mistis yang sangat kental.

Kita akan menelusuri enam lukisan koleksi Istana paling berkesan berikut cerita menarik dibelakangnya.

1. Penangkapan Pangeran Diponegoro

Lukisan karya Raden Saleh ini dilukis di Belanda. Lukisan yang menggambarkan detik-detik penangkapan Pangeran Diponegoro sebagai hasil muslihat licik VOC ini adalah bentuk protes keras Raden Salah atas penjajahan Belanda di Nusantara.


Raden Saleh menyerahkan lukisan kepada Ratu Belanda sebagai kecaman dan meminta Belanda mengembalikan harkat martabat masyarakat Jawa.

Setelah 162 tahun tersimpan di Belanda, pada tahun 1978, bersama sejumlah artefak berharga asal Indonesia, lukisan ini dikembalikan Belanda kepada Pemerintah Indonesia.

2. Pangeran Diponegoro Memimpin Perang



Salah seorang maestro Indonesia, Basoeki Abdullah, melukis potret Pangeran Diponegoro sedang berkuda sambil menghunus keris. Uniknya, ia mendapatkan inspirasi sosok Pangeran Diponegoro bukan hanya dari riset. Ia mengaku sosok pangeran Diponegoro yang dilukisnya berasal dari hasil komunikasinya dengan Nyi Roro Kidul. Lukisan ini dibuat di Belanda pada tahun 1949.

3. Rini

Ini adalah lukisan istimewa yang dilukis oleh Presiden Sukarno pada tahun 1958 di Istana Tampaksiring, Bali. Menurut Mikke Susanto, kurator Galeri Nasional Jakarta, sejak selesai dibuat, lukisan "Rini" selalu dipajang di ruang kerja presiden di Istana Bogor dan sejak saat itu, tak ada presiden lain yang berani memindahkannya.


Sejatinya, lukisan mulai dibuat sketsa oleh Dullah, pelukis ternama kala itu, saat ia dan Soekarno sedang berlibur ke Bali. Masih berupa beberapa goresan garis sederhana, Dullah meninggalkannya dalam keadaan belum selesai.

Tak disangka, ketika Bung Karno kembali ke Bali selama 10 hari, ia ternyata menyelesaikan sketsa tersebut menjadi lukisan indah. Sampai saat ini, banyak orang penasaran siapa model dalam lukisan Rini tersebut. Banyak yang berspekulasi perempuan tersebut adalah sosok dari Sarinah, sang pengasuh Sukarno ketika kecil yang rela mengasuhnya tanpa di gaji.

Lukisan pertama hingga ketiga dipamerkan di Galeri Nasional pada 2016 yang lalu.


4. Harimau Minum

Satu lagi mahakarya Raden Saleh Sjarif Boestaman bisa dinikmati di pameran tahun ini. Lukisan "Harimau Minum" sebenarnya merupakan satu dari enam lukisan Raden Saleh yang dimiliki Istana Negara. Unsur romantisme tergambar jelas dengan panorama suasana hutan yang digoreskan menggunakan cat minyak. Seekor harimau haus, digambarkan sedang meminum air jernih yang mengalir di tengah hutan lebat.


Konon, inilah lukisan favorit Presiden Sukarno. Ia sangat menyukainya karena lukisan ini mencerminkan dirinya sendiri. Perwujudan sang raja hutan di dalam gelapnya rimba mengkonotasikan dirinya sebagai pemimpin negara ditengah tantangan berbagai persoalan bangsa. Sekaligus menggambarkan filosofi betapa kecilnya sang raja ditengah kekuatan alam.

Yang mengagumkan, detail lukisan ini sangat luar biasa realistis. Lukisan dengan ukuran 1,6 meter x 1,16 meter ini diperkirakan bernilai sekitar Rp 2,9 Milyar.


5. Sambutan Rakjat Bali Kepada Presiden Soekarno (The People of Bali Welcome President Soekarno) 

Ini adalah sebuah lukisan unik karya pelukis Bali bernama Ida Bagus Made Widja. Lukisan cata air ini menggambarkan suasana penyambutan kedatangan Presiden Soekarno ke Bali dengan cita rasa seni sangat tinggi.


Berbagai bentuk kesibukan masyarakat Bali saat menyambut Presiden terlihat sangat artistik dan begitu menggambarkan seluruh sisi kehidupan Bali. Seakan-akan, seluruh sudut pulau Bali terwakili dalam lukisan tersebut. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta tampak mencolok dengan baju safari putih diantara rakyat Bali.

6. Nyi Roro Kidul

Inilah lukisan yang paling mencuri perhatian para pengunjung pameran. Lukisan yang dibuat pada tahun 1955 oleh Basoeki Abdullah ini seperti mengeluarkan aura mistis yang tajam. Menurut pengakuan sang pelukis kala itu, ia bisa melukis sosok sang penguasa laut Jawa ini karena pernah bertemu langsung secara spiritual dengan Nyi Roro Kidul.


Sosok Nyi Roro Kidul tampak mengenakan kemben tanpa mahkota dan kereta kuda. Kecantikan wajah khas Jawa terpancar indah. Namun suasana latar belakang air ombak yang menggulung kelam membuat sang dewi menjadi begitu misterius.

Lukisan ini menadi begitu fenomenal karena cerita mistis yang menyertainya. Bahkan di salah satu kamar Hotel Samudera, disediakan ruang khusus Nyi Roro Kidul yang didalamnya terdapat lukisan ini. Yang tak banyak orang tahu, ternyata lukisan yang ada di Hotel Samudera itu adalah lukisan KW alias palsu.

Yang asli adalah yang dimiliki Istana Kepresidenan dan kini sedang dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.


Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung 48 lukisan koleksi Istana Kepresidenan, dapat mengunjungi  Galeri Nasional, di Jalan Medan Merdeka Timur No. 14 Jakarta Pusat, hingga tanggal 30 Agustus 2017 mendatang. Oya, untuk bisa masuk dan menikmatinya pengunjung tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Indah, Seniman Ini Buat Replika Serangga Dari Bunga

Tipsiana.com - Seniman multi disiplin asal Jepang, Raku Inoue, senang melakukan eksperimen pada karya-karyanya. Dalam pencarian identitas seni yang selaras dengan dirinya, ia selalu mencari media-media baru sebagai penyalur ide.

Biasanya ia membuat karya seni untuk menyenangkan agen dan para kliennya. Namun ketika ia mulai melangkah meninggalkan membuat karya seni untuk menyenangkan orang lain, dia menemukan media yang berbeda untuk karyanya.


Dengan menggunakan bunga sebagai material dan serangga sebagai sumber inspirasi, Raku mampu menciptakan gaya seni yang benar-benar inovatif dan menakjubkan. Kita akan menikmati sebagian karya seni terbaru yang indah ini.


1. Kupu-kupu


2. Kumbang


3. Kumbang Badak


4. Capung



5. Kepik


6. Laba-laba


7. Kunang-kunang


8. Ngengat


9. Kumbang


Anda bisa menikmati karya lainnya di instagram Inoue: https://www.instagram.com/reikan_creations/

Tujuh Kebiasaan Berkendara yang Merusak Mobil Anda

Tipsiana.com - Semakin lama Anda punya mobil, maka akan semakin terbentuk kebiasaan berkendara Anda. Sayangnya tidak semua kebiasaaan itu bagus untuk mobil Anda. Apalagi, semakin berpengalaman Anda dalam berkendara, maka akan semakin susah merubah kebiasaan buruk berkendara.

Beberapa kebiasaan tak bijak berikut akan diulas agar Anda bisa terbantu untuk memulai merubahnya. Tentu dengan merubah kebiasaan tersebut, akan membuat mobil Anda lebih awet. Jadi, Anda tak perlu mengeluarkan biaya ekstra karena harus memperbaiki mobil yang rusak akibat salah penggunaan.


7. Meletakkan tangan terus-menerus di tongkat persneling


Banyak orang punya kebiasaan selalu meletakkan tangannya di tongkat persneling selama menyetir. Ada alasan kenapa kebiasaan ini tak boleh dilakukan, yang paling utama adalah saat berkendara Anda seharusnya wajib memegang stir dengan dua tangan.

Efek merusak lainnya adalah, meski berpengaruh kecil namun terus-menerus, tekanan pada gearbox akan membuat gerakan mengaduk yang membuat gearbox transmisi menjadi tidak stabil. Pada akhirnya, akan membuat masalah pada gigi transmisi Anda.

6. Mengisi bensin hanya saat tangki hampir kosong


Saat mobil sedang tidak digunakan, kotoran mekanis di tangki bahan bakar akan menumpuk membentuk sedimen dibagian bawah tangki. Saat tangki nyaris kosong, kotoran tersebut akan masuk kedalam pompa bahan bakar dan filter, dan bisa menyebabkan kerusakan. Bila mobil tidak digunakan dalam waktu lama, pastikan tangki terisi setidaknya separuh untuk menghindari kondensat mengental.


5. Menggunakan rem terus menerus


"Jaga jarakmu, tapi tetap menyatu dengan arus lalu lintas". Ungkapan ini yang sering diajarkan di kursus menyetir. Tapi jika Anda terus menerus melakukan pengereman yang tak perlu, siap-siaplah menyediakan dana untuk mengganti piringan dan kampas rem yang cepat aus. Untuk mencegah kecelakaan, ingatlah untuk secara berkala mengganti selang rem dan selalu memperhatikan indikator minyak rem Anda.

4. Mengabaikan suara mencurigakan


Suara berderak sedikit saja atau suara tak biasa lainnya bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada mobil Anda. Banyak pengemudi cenderung mengabaikan tanda-tanda ini, akibatnya, mobil mereka sering mogok di tengah jalan.

Jika mobil Anda mulai mengeluarkan suara tak biasa, pastikan untuk segera mengetahui sumber suara untuk mengetahui masalh dan memperbaikinya.


3. Malas menggunakan rem tangan


Saat Anda memarkir mobil dengan transmisi otomatis di daerah dengan kontur tanah lereng yang menanjak atau menurun, seluruh beban jatuh pada roda gigi dari poros output dari gearbox. Agar aman, tahan rem kaki dan rubah ke mode "Parkir". Kemudian tarik rem tangan, baru kemudian lepaskan rem kaki secara perlahan.

2. Menjalankan mesin dingin dengan putaran revs tinggi


Kebanyakan mobil modern tak lagi butuh pemanasan mesin. Tapi yang harus diperhatikan, sampai alat pengukur suhu menunjukkan mobil telah siap dioperasikan, jangan menggeber mobil lebih dari 2000 rpm. Dalam kondisi dingin, disarankan agar mesin tetap menyala selama 1-2 menit sebelum dijalankan.

1. Terus menginjak rem kaki di jalanan menurun


Banyak pengendara cenderung selalu melakukan rem kaki terus menerus ketika berkendara di jalan menurun. Ini bisa mengakibatkan sistem pengereman menjadi overheating (terlalu panas). Yang harus dilakukan saat berada di jalan menurun adalah dengan mengkombinasikan pengereman normal bersama cara lain, yaitu dengan menurunkan gigi dan melakukan 'engine breaking'.

Sumber : Brightside

10 Foto Masa Kanak-kanak Para Pemimpin Dunia

Tipsiana.com - Kita terbiasa melihat orang-orang yang menduduki jabatan politik sebagai seseorang yang berpenampilan serius dan selalu tenggelam dalam urusan negara. Berbagai persoalan bangsa dan intrik politik yang selalu mewarnai tugas mereka, membuat mereka menjadi pribadi yang terkesan kaku.


Tetap saja, para pemimpin ini dulunya juga pernah menjadi menjadi anak kecil yang imut yang bermain seperti anak-anak lainnya. Bahkan Anda mungkin tak bisa menebak, dibalik wajah lugu mereka, siapa sangka mereka akan menjadi para pemimpin yang disegani di dunia.

Menurut banyak orang, jiwa kepemimpinan biasanya tercermin sejak masa kanak-kanak. Bahkan sejak kecil, mereka telah  memiliki pandangan tajam, senyum wibawa dan raut wajah berkarisma. Benarkah anggapan tersebut? Anda dapat menilainya dari deretan foto anak-anak para pemimpin dunia berikut ini.

Siapakah Mereka?

1. Bocah ini sejak kecil memiliki pembawaan tenang layaknya wanita ningrat


2. Suatu saat, anak ini akan jadi lelaki paling dikagumi se-Amerika


3. Balita ini akan tumbuh menjadi salah satu wanita paling berpengaruh di dunia


3. Bocah culun ini kini selalu menjadi perhatian dunia dengan sikap penuh kontroversi-nya


5. Berwajah dingin, setelah dewasa semakin dingin



6. Sejak kecil wajah cantiknya selalu menjadi perhatian. Setelah dewasa kecerdasannya menambah kekaguman.


7. Bocah lelaki ini suatu saat akan menjadi presiden AS


8. Meski sampai saat ini belum menduduki posisi teratas, ia tetap menjadi salah seorang yang paling berpengaruh di Inggris.


9. Aura karismatik bocah ini telah ada sejak balita.


10. Tak diragukan lagi, 80 % dari Anda pasti tahu siapa anak lelaki berwibawa ini





Jawabannya adalah : 


1. Ratu Elizabeth II


2. John F. Kennedy


3. Angela Merkel


4. Donald Trump


5. Vladimir Putin



6. Hillary Clinton


7. George Bush Jr.


8. Pangeran Charles


9. Barack Obama


10. Sukarno



Lega, MA Putuskan Kehilangan Kendaraan Saat Parkir Wajib Diganti Pengelola

Tipsiana.com - Angin segar berhembus dari Jalan Medan Merdeka Utara. Bagi masyarakat yang
pernah kehilangan kendaraan, baik sepeda motor atau mobil bisa menggunakan dasar putusan Mahkamah Agung (MA) ini untuk minta ganti rugi pengelola parkir.

Lewat putusan Peninjauan Kembali (PK) tertanggal 21 April 2010, setiap penyedia layanan parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dengan sejumlah uang senilai kendaraan yang hilang.


Putusan yang baru keluar baru-baru ini berdasarkan permohonan PK perkara 124
PK\/PDT\/2007 yang diajukan oleh PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) yang mengelola Secure Parking. PT SPI meminta PK atas putusan kasasi yang memenangkan konsumennya, Anny R Gultom untuk dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi.


Sayangnya, putusan PK yang dibuat oleh 3 hakim agung yaitu M Imron Anwari (ketua majelis hakim), Timur Manurung, Hakim Nyakpha menguatkan putusan Kasasi yaitu PT SPI harus mengganti kendaraan yang hilang.

“Dengan putusan tersebut maka pengelola parkir tidak dapat lagi berlindung
dengan klausul baku pengalihan tanggung jawab yang berbunyi \\\'segala kehilangan bukan tanggung jawab pengelola parkir\\\',\\\" kata kuasa hukum Anny, David Tobing kepada detikcom, Senin (26\/7\/2010).

PK ini otomatis menguatkan 3 putusan di bawahnya yaitu putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, putusan Pengadilan Tinggi Jakarta serta Putusan Mahkamah Agung.

\\\"Artinya, PT SPI harus membayar mobil hilang senilai Rp 60 juta. Dengan
putusan ini maka telah menjadi yurisprudensi dan harus diikuti oleh pengelola parkir dimana pun,\\\" tambahnya.

Nah, bagi masyarakat apabila kehilangan kendaraan d tempat parkir, bisa segera dimintakan ganti rugi. Apabila pengelola ingkar dan berdalih tak bertanggungjawab, putusan MA ini bisa jadi landasan hukum menggugat.

Sumber : https://news.detik.com/berita/1407260/ma-kehilangan-kendaraan-saat-parkir-wajib-diganti-pengelola

Datang Saat Wisuda Anaknya, Sang Ayah Cacat Beri Kejutan Haru

Tipsiana.com - Bagi para orangtua, datang menyaksikan langsung momen wisuda anaknya adalah sebuah peristiwa tak terlupakan, terutama bagi mereka yang telah berjuang keras untuk bisa menyekolahkan anaknya. Seorang ayah berusia 79 tahun asal Brasil, Alexandre Jose da Silva, adalah salah seorang orangtua yang merasa begitu bangga melihat kelulusan anak perempuannya, Rosany Caetano, dari perguruan tinggi.

Meski orangtuanya tak bisa memberikan biaya pendidikan anaknya karena keterbatasan fisik, namun ketegaran dan dukungan moril sang ayah telah menjadi inspirasi Rosany untuk belajar lebih giat.


"Merupakan sebuah pengalangan luar biasa bisa bersama orangtuaku saat wisuda. Ini sangat emosional karena aku selalu bercita-cita bisa membuat orangtua bangga. Mereka telah menjadi inspirasi sepanjang studiku."

"Mereka menanamkan tekad untuk sukses dan semangat juang pantang menyerah" ujar Rosany.

Karena kedua kaki ayahnya mengecil dan tak bisa digunakan, Rosany bercerita ayahnya selalu merasa sakit saat berjalan menggunakan tangannya. Ini menjadi cambuk baginya untuk belajar lebih keras dan menyelesaikan kuliah secepatnya, agar ia bisa segera bekerja dan mampu membelikan kursi roda listrik untuk sang ayah tercinta.


Sang ayah lumpuh ketika berumur 15 tahun. Ia menderita penyakit misterius yang menggerogoti tulang belakangnya. Meski lumpuh, toh ia berhasil menemukan pasangan hidup dan bahkan mempunyai 11 anak. Sayangnya, hanya tiga anak yang bertahan hidup, termasuk Rosany.

Saat acara wisuda, ayahnya memberi kejutan manis dengan berjalan mendampingi anak tercintanya menuju podium. Ditengah keterbatasan fisik, sang ayah berjalan perlahan dengan kedua tangannya. Kontan Rosany menangis haru dan hadirin memberi tepuk tangan meriah pada keluarga tersebut. Orang-orang bangga pada Rosany karena telah belajar keras demi orangtuanya. Mereka juga kagum dengan dukungan orangtuanya.

Wisuda sang anak begitu berarti bagi orangtua Rosany, karena di keluarganya, ia satu-satunya anak yang menamatkan bangku kuliah.

Jangan Hukum Fidelis Karena Cintanya! (Sebuah Pembelaan Suami yang Terpaksa Memberi Ganja untuk Obat Sakit Istrinya)

Tipsiana.com - Semua kisah cinta yang agung selalu memuat penderitaan. Taruhlah, misalnya, Romeo and Juliet, kisah roman tragedi gubahan Shakespeare yang terkenal itu. Roman yang asal mulanya dari Italia tersebut diadaptasi ke banyak kebudayaan. Cerita ini berakhir dengan kematian tragis.

Kedua insan tersebut tidak harus saling mencintai. Mereka terjerat pada sekat-sekat sosial dimana mereka terlarang untuk saling berhubungan. Tidak banyak pilihan. Namun toh mereka memilih mencintai dan melanggar sekat-sekat itu. Disitulah letak keagungannya yang mempesona. Tidak heran begitu banyak kebudayaan mengadopsi cerita ini sebagai miliknya. Saya mengenal roman tragis semacam itu dalam bentuk pentas Drama Gong Sampek Engtay yang sering saya tonton pada masa kecil saya.


Uniknya, selalu saja cinta yang menderita itu lahir dari hubungan kekuasaan. Dalam masyarakat feodal, misalnya, mereka yang tidak berdarah biru dilarang mencintai aristokrat. Kelas elit harus memelihara keunggulannya dengan cara melakukan pembatasan genealogis. Hanya aristokrat yang berhak mengawini aristokrat. Kejumawaan kelas elit ini terpelihara dengan baik karena ditopang oleh penguasaan mereka terhadap sumber ekonomi terpenting, yakni: tanah.

Bagaimana kekuasaan menghancurkan hubungan cinta dua insan berbeda latar belakang juga muncul pada tetralogi roman Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Pramoedya menggambarkan dengan sangat menawan bagaimana percintaan antara Minke dan Annelies dihancurkan oleh negara kolonial hanya perbedaan rasial. Annelies, gadis keturunan Indo-Jawa, masuk ke dalam golongan (ras) Eropa yang terlarang bercinta dengan pribumi (sekalipun seorang aristokrat) seperti Minke.

Kita membayang kisah cinta seperti ini hanya hidup di cerita novel atau film. Namun, tema cinta yang dibikin menderita oleh kekuasan ini toh terkadang muncul dalam hidup sehari-hari kita. Tidak peduli sekarang sudah abad ke-21.

***

Beberapa waktu lalu, seorang teman mengirimkan sebuah pidato pembelaan (pledoi) di pengadilan. Ini adalah pledoi yang tidak biasa untuk sebuah kasus hukum yang biasa. Kasusnya adalah dakwaan terhadap seseorang bernama Fidelis Arie Sudewarto. Dia dituduh melakukan kejahatan karena cintanya terhadap istrinya.

Kasusnya mulai sejak dia ditangkap 19 Februari 2017 karena kedapatan menanam 39 batang pohon ganja (cannabis sativa). Adakah dia menanam pohon larangan itu untuk dijual atau dikonsumsi sendiri? Ternyata tidak. Dia menanamnya sebagai cintanya kepada istrinya, Yeni Riawati, yang ditemukan menderita penyakit syringomyelia. Dia nekat menanam tanaman yang oleh digolongkan negara sebagai narkotika tersebut karena menemukan bahwa ekstrak ganja ternyata mampu memberikan perbaikan pada kesehatan istrinya. Untuk itulah Fidelis ditahan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Tragedi ini bermula pada tahun 2013 ketika istri Fidelis mengandung anak kedua. Kaki kanannya tiba-tiba tidak dapat digerakkan. Penyakitnya itu datang dan pergi. Hingga Januari 2016, keadaan Yeni semakin parah dan kemudian diketahui bahwa dia menderita syringomyelia. Penyakit ini menyerang tulang belakang Yeni karena adanya kista yang tumbuh disana. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Namun kondisi Yeni sudah terlalu lemah untuk dioperasi.

Keadaan ini tidak membuat Fidelis, seorang pegawai negeri di Pemda Kab. Sanggau, menyerah. Dia melakukan riset secara online dan mendapati bahwa penyakit istrinya bisa disembuhkan dengan memberikan minyak yang mengandung ekstrak ganja. Dia juga berhubungan dengan berbagai pihak di luar negeri dan melakukan percobaan-percobaan untuk membikin sendiri minyak ekstrak ganja tersebut.

Fidelis merawat sendiri istrinya. Kabarnya, perawatan secara intensif itu membuahkan hasil. Keadaan istrinya membaik. Namun usahanya itu terhenti ketika petugas dari BNN menangkapnya karena menanam ganja. Petugas BNN juga memindahkan istrinya ke rumah sakit. Tiga puluh dua hari kemudian, istri yang amat dicintainya itu meninggal dunia.

Hukum negara sama sekali tidak memberikan ampun kepada Fidelis. Ketua BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Waseso mengatakan bahwa tidak ampun untuk Fidelis. “Penyembuhan itu kan harus melalui medis. Kata siapa itu menyembuhkan. Itu kan katanya. Penelitian secara medisnya kan belum ya. Itu jangan alat pembenaran sehingga ada keinginan beberapa kelompok masyarakat atau LSM agar ganja dibebaskan Salah satunya caranya itu seolah untuk pengobatan. Buktinya apa?” katanya.

Kekuatiran Budi Waseso adalah bahwa kasus Fidelis akan dipergunakan sebagai pembenaran legalisasi ganja. Beberapa negara memang sudah melegalisasi pemakaian ganja baik sebagai pengobatan atau semata-mata sebagai sarana rekreasi dan relaksasi. Untuk negara-negara yang melegalisasi ganja, pemakaian ganja kurang lebih sama seperti pemakaian tembakau dan alkohol.

Di negara konservatif seperti Indonesia, ganja dianggap sebagai representasi dari kerusakan moral. Negara dimana 64,9% penduduk laki-laki dewasanya perokok ini mengharamkan ganja. Indonesia mengolongkan ganja sebagai bagian dari Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) yang terlarang.

***


Tanggal 19 Juli lalu, Fidelis menyampaikan nota pembelaan atas tuduhan menanam ganja yang terlarang itu. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Fidelis hukuman lima bulan penjara dan denda Rp 800 juta subsider satu bulan penjara. Hukuman ini tentu berat untuk seorang pegawai negeri sipil. Disamping itu dia memiliki tanggungan dua anak.

Sebagaimana layaknya pengadilan, Fidelis diberi kesempatan untuk membela diri. Alih-alih menggunakan kesempatan untuk membela diri, Fidelis memakai kesempatan itu untuk menulis surat untuk istrinya tercinta, Yeni Riawati.

Namun justru disanalah letak kekuatan Fidelis. Kepada Majelis Hakim dia menjelaskan bagaimana dia ditangkap dan tidak mendapat kesempatan untuk menjelaskan kepada istrinya apa yang sesungguhnya terjadi. Saat ditangkap, petugas BNN dan kepolisian memberinya kesempatan untuk kembali ke rumahnya.

Disana dia langsung menemui istrinya. Fidelis mencium kedua pipi istrinya dan merapikan rambutnya dengan tangan. Dia menangis. Istrinya terbangun dan bertanya-tanya, “Kenapa Papa menangis?” Dia berusaha tersenyum. Sambil menahan air mata, dia menjelaskan bahwa petugas BNN akan menggantikannya merawat istrinya. Dia mengusap air mata di pipi istrinya. Namun hatinya hancur lebur.

Bagian terpenting dari nota pembelaan Fidelis adalah suratnya kepada istrinya yang sudah tiada itu. Berikut adalah petikan surat tersebut:

“Mama, banyak hal yang ingin Papa utarakan kepada Mama. Tetapi, Papa tidak ingin membuat Mama menjadi khawatir. Mama harus tetap semangat agar segera sembuh. Papa tahu selama ini Mama sudah letih dan putus asa karena sakit yang Mama derita tidak kunjung sembuh, padahal sudah berganti-ganti rumah sakit, sudah memakan bermacam-macam obat dari dokter, pergi ke berbagai pengobatan alternatif, dan minum obat-obatan herbal. Namun, semua itu tidak membuat Mama menjadi lebih baik, malahan hanya menguras habis semua tabungan yang sudah susah payah kita kumpulkan bersama. Rencana kita untuk mengecat rumah pun harus kandas lagi, padahal semenjak kita berhasil membangun rumah sederhana kita secara bertahap, kita belum pernah mengecatnya, bahkan sampai atapnya ada yang bocor, Papa pun belum bisa memperbaikinya.

Papa tak ingin Mama menjadi sedih. Yang penting Mama harus sembuh dulu. Tentu Mama masih ingat doa yang selalu kita selipkan di saat kita berdoa rosario bersama-sama:

“Tuhan kami serahkan segalanya kepada-Mu. Tunjukkanlah kami jalan selangkah demi selangkah menuju kebaikan-Mu agar semuanya menjadi indah pada waktunya.”

[P]ada akhir tahun 2015, dokter berhasil memastikan penyakit yang Mama derita. Dokter mengatakan bahwa Mama menderita penyakit Syringomyelia. Penyakit ini tergolong langka. Satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah dengan operasi. Namun, kondisi Mama sudah sangat lemah.

Papa kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang penyakit Mama. Salah satu informasi yang Papa dapatkan berasal dari situs Worldwide Syringomyelia and Chairi Task Force. Papa menghubungi pendirinya dan berkenalan dengannya. Namanya Beth Nguyen. Dia tinggal di Northwest Georgia, Amerika Serikat. Dia menjelaskan seluk-beluk penyakit syringomyelia kepada Papa. Dia juga mengajarkan dan memberi panduan untuk merawat dan mengetahui perkembangan penyakit syringomyelia secara sederhana.

Beth pernah menjelaskan bahwa penyakit yang telah ditemukan sejak lebih dari 200 tahun yang lalu ini belum ditemukan obatnya sampai sekarang. Tindakan penyedotan cairan dan pemasangan shunt cateter melalui jalan operasi hanya membuat penderita merasa nyaman pada jangka waktu tertentu. Cairan itu akan datang kembali dan shunt cateter-nya harus diganti lagi dengan operasi. Papa tidak ingin membuat Mama menjadi putus asa karena penyakit Mama tidak dapat disembuhkan total melalui tindakan medis.

Berbekal pengetahuan yang Papa dapat dari Worldwide Syringomyelia and Chairi Task Force, Papa bisa merawat dan mengetahui kondisi Mama. Kondisi Mama semakin menurun. Mama semakin sulit untuk menelan makanan, walaupun makanan Mama sudah Papa blender. Kedua kaki Mama semakin kaku. Mama bahkan tidak bisa merasakan saat dipijit atau saat kaki Mama Papa bersihkan. Kekakuan itu bahkan sudah menjalar ke tangan kiri Mama. Tangan Mama menjadi terlipat dan tidak dapat digerakkan. Keringat di sebelah kanan tubuh Mama juga tidak berhenti. Urin di selang kateter semakin sering membawa gumpalan berwarna putih sampai akhirnya kateter itu tersumbat. Mama pun semakin jarang Buang Air Besar (BAB), kadang hingga sampai dua minggu. Mama semakin sulit untuk tidur. Kalaupun bisa tertidur, itu hanya sebentar sekali. Mama mudah terkejut dan terbangun. Mama selalu menolak kalau diajak bicara. Papa menjadi sangat sedih. Padahal, luka-luka di tubuh Mama terus bertambah dan semakin besar serta dalam. Perawat yang setiap hari datang ke rumah mengobati luka Mama pun sampai kehabisan akal dan bingung karena luka-luka itu tidak kunjung sembuh.

Di dalam kegalauan, Papa terus berupaya untuk menyembuhkan Mama. Papa akhirnya menemukan artikel di sebuah web blogger yang ditulis oleh Christina Evans. Dia adalah seorang ibu dengan dua orang anak yang tinggal di Delta British Colombia, Canada. Sejak tahun 2013, dia telah didiagnosa menderita penyakit syringomyelia. Selama beberapa tahun, dia menderita karena syringomyelia yang dideritanya. Bahkan, obat-obatan dari dokter dengan dosis maksimum yang dikonsumsinya tidak mampu menyembuhkan penyakitnya. Kemudian, dia beralih pada pengobatan menggunakan ekstrak ganja. Semenjak menggunakan ekstrak ganja, hidupnya kembali normal. Ia bisa mengurusi keluarga dan dapat bekerja di salah satu studio yoga.

Papa tidak percaya begitu saja. Bagaimana mungkin ganja yang selama ini dikenal sebagai perusak malah bisa menjadi obat? Setelah Papa berhasil berkomunikasi dengan Christina Evans melalui akun facebooknya dengan nama “Fighting Syringomyelia with Cannabis Oil”, ternyata Christina Evans menggunakan ekstrak ganja setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang merawatnya. Salah satu di antaranya adalah dari dokter di Fraser Medical Clinic di Canada. Kandungan obat yang terdapat di dalam ekstrak ganja ini kemudian mempertemukan Papa dengan banyak ilmuwan yang telah meneliti khasiat ganja sebagai obat. Dr. Raphael Mechoulam dari Hebrew University of Jerusalem, Israel, Dr. Vincenzo Di Marzo dari Endocannabinoid Research Group Italy, Dr. Christina Sanchez dari Compultense University di Madrid, Spanyol, Dr. Kirsten Müller-Vahl, MD dari Hannover Medical School (MHH), Germany, Dr. Donald P. Tashkin dari University of California, Amerika Serikat, Dr Aymen I Idris, MSc, PhD dari University of Edinburgh, Inggris, dan masih banyak peneliti lain yang menjelaskan bahwa ganja memang berpotensi untuk mengobati penyakit yang sulit atau bahkan tidak bisa ditangani oleh obat-obatan medis seperti kanker, Alzheimer, epilepsi, diabetes, schizophrenia, parkinson, arthritis, asma, bahkan HIV/AIDS.

Mama, bagaimana Papa harus menjelaskan semua ini kepada Mama? Ketika Papa berusaha mencari izin dan dispensasi agar bisa mendapatkan dan menggunakan ganja untuk mengobati Mama, tidak ada satu pun yang dapat membantu Papa. Penggambaran ganja yang begitu buruk tanpa didukung hasil penelitian ilmiah begitu kuat di negeri kita, bahkan ganja menjadi tanaman nomor satu yang dilarang penggunaan dan pemanfaatannya.

Mama, di antara hembusan napas Mama yang semakin hari semakin sulit, membuat Papa akhirnya memutuskan menggunakan ganja untuk mengobati Mama. Sebab di dunia ini, cannabinnoid hanyalah ditemukan pada tanaman ganja. Steep Hill Laboratory yang salah satu laboratoriumnya berada di Denver, Colorado, Amerika Serikat menjelaskan bahwa unsur kimia yang sama dengan canabinnoid juga ditemukan pada tubuh manusia yang berfungsi sebagai reseptor cannabinoids. Jorge Cervantes yang tinggal di Israel dan Edward Rhosental dari Amerika yang dua-duanya berprofesi sebagai ahli tanaman holtikultura menegaskan bahwa cannabinoid yang baik digunakan untuk pengobatan adalah yang berasal dari bunga ganja yang dirawat secara khusus. Beruntung Papa bisa mendapatkan bimbingan untuk merawat tanaman ganja secara organik dari sepasang suami istri, John dan Amanda Seckar, yang tinggal di Washington D. C, Amerika Serikat. Papa juga dibantu oleh Emily Grand, seorang botanical steel di Kanada yang memilihkan lampu agar klorofil A dan klorofil B pada tanaman dapat bekerja secara maksimal.

Papa juga mendapatkan panduan dari Rick Simpson untuk mengekstrak ganja dengan proses moserasi yang sangat sederhana dan dapat dilakukan sendiri di rumah, melakukan proses dekarbolisasi untuk mengubah tetrahydrocannabivorin menjadi tetrahydrocannabinoid sebagai zat psikoaktif yang berfungsi sebagai obat analgesik, antibakteri, antikanker, antispasmodic, appetit stimulant, bronchodilator, neuroprotective, dan bone stimulant.

Mama, Papa masih ingat di awal bulan Januari 2017, ketika Papa terbangun dari tidur di antara buku-buku, sambil memegang tablet Lenovo di samping tempat tidur Mama, Papa mendengarkan Mama menyanyikan lagu “Pelangi Sehabis Hujan”. Papa sungguh bahagia bisa mendengarkan Mama bernyanyi kembali setelah Papa mencampurkan minjak ganja pada makanan atau minuman Mama, menambahkan beberapa lembar daun ganja pada telur omelet kesukaan Mama, serta membuatkan Mama jus alpukat susu bersama daun dan bunga ganja segar. Dr. Rachna Patel yang berprofesi sebagai The Medical Marijuana Expert di San Fransisco, California mengatakan bahwa susu mampu mengikat cannabinoid dengan baik dan meningkatkan penyerapan protein. Itu sebabnya tubuh kita hampir tidak mungkin mengalami overdosis ganja karena kelebihan cannabinonoid akan disimpan di dalam lemak tubuh.

Semenjak Papa mulai intensif memberikan Mama ekstrak ganja, Mama juga mulai lancar berkomunikasi kembali. Kita jadi sering berbagi cerita kembali. Mama banyak mengingat kenangan-kenangan yang pernah kita lalui bersama. Bagaimana kita bertemu pertama kali dan mulai dekat di saat perkuliahan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, mengatur waktu dari padatnya jadwal perkuliahan agar dapat pergi ke gereja bersama-sama pada hari Minggu pagi dan mengikuti pendalaman iman di Kanisius Yogyakarta pada sore harinya. Bagaimana galaunya kita ketika Papa tidak ada uang untuk membayar uang praktikum di jurusan mekatronika yang sangat mahal pada waktu itu dan akhirnya Papa memutuskan berhenti kuliah karena tidak memiliki biaya. Perjuangan kita pun terus berlanjut. Mama bercerita betapa sedihnya Mama setelah kita hidup bersama di Kalimantan karena harus meninggalkan Papa untuk melanjutkan kembali pendidikan bahasa Inggris di Magelang.

Setelah Papa memberikan Mama ekstrak ganja, Papa tidak perlu lagi membeli Sanoskin Oxy seharga Rp320.000,- untuk obat luka Mama yang satu botolnya hanya bisa dipakai 3 – 4 hari. Mama tidak perlu minum aprazolan atau zypas agar Mama bisa tidur, tidak perlu minum ulsafate sulcralfate agar Mama tidak muntah dan bisa menelan makanan, tidak perlu minum Dulcolax atau injeksi di anus agar Mama bisa Buang Air Besar (BAB). Mama tidak perlu meminum obat-obat kimia yang ternyata tidak efektif menyembuhkan Mama. Cukup dengan ekstrak ganja, Papa sudah bisa melihat senyuman di wajah Mama lagi.

Mama, Papa jadinya banyak menghemat uang. Papa bisa membelikan sepeda kecil untuk Samuel. Mama belum pernah lihat kan, betapa lincahnya Samuel mengendalikan sepedanya? Papa sebenarnya ada merekam videonya, tapi Papa belum sempat menunjukkannya kepada Mama. Semenjak Mama tidak dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk Samuel karena Mama sakit, Samuel tetap tumbuh menjadi anak yang sehat dan aktif. Saat akan tidur di malam hari, dia hanya perlu mencari sebotol dot berisi teh manis dan sebuah boneka sapi hitam putih yang buntutnya sudah butut. Mama tau nggak, boneka itu sebenarnya hanya hadiah dari salah satu produk makanan anak-anak yang dibelikan budenya. Samuel dapat tidur nyenyak dan terlelap bersama boneka sapi kesayangannya itu.

Mama, Samuel sekarang juga sudah bisa makan sendiri. Dia duduk di lantai sambil memangku piringnya, memasukkan sesuap demi sesuap nasi ke dalam mulutnya. Mama pasti akan tertawa kalau melihat pipinya yang belepotan karena nasi yang menempel ke mana-mana.

Tanggal 28 Mei 2017 yang lalu, Samuel berulang tahun yang ketiga. Papa tidak tahu, siapa yang menemaninya. Papa masih mengurusi obat untuk Mama, sedangkan Mama pun sudah tak bisa lagi menemani Samuel.

Budenya bilang sama Papa kalau Samuel sudah bisa bernyanyi:

Daddy Finger, Daddy Finger, where are you?

Here I am, here I am. How do you do?

Mommy Finger, Mommy Finger, where are you?

Here I am, here I am. How do you do?


Mama, sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin Papa sampaikan sewaktu Mama dibawa oleh teman-teman dari BNN ke rumah sakit. Namun, Papa khawatir kalau Papa berterus terang waktu itu akan membuat Mama menjadi shock. Beberapa bulan belakangan itu sebenarnya Papa telah mengobati Mama menggunakan ekstak ganja yang Papa olah sendiri. Papa tidak tahu bagaimana cara mendapatkan izin atau dispensasi untuk dapat menggunakan ganja sebagai obat. Pada waktu itu, sebenarnya Papa sudah ditahan oleh pihak BNN. Papa pun kemudian dimasukkan ke dalam penjara. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang bisa Papa lakukan untuk menolong Mama. Usaha Papa untuk memberikan panduan perawatan syringomyelia kepada dokter yang merawat Mama pun ditolak oleh dokter yang merawat Mama. Katanya mereka sudah punya SOP sendiri untuk menangani pasien, padahal Papa berharap panduan itu dapat menjadi tambahan referensi mereka untuk mengobati Mama. Papa hanya bisa pasrah.

Siapa lagi yang bisa merawat Mama di rumah sakit, selain Yuven anak kita yang pertama. Papa tidak bisa membayangkan bagaimana Yuven harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menyuapi Mama sambil berkonsentrasi untuk membaca buku-buku pelajaran yang dibawanya. Di saat teman-temannya bisa belajar di rumah dengan tenang untuk menghadapi Ujian Nasional SMP, Yuven hanya bisa bermimpi dapat belajar bersama orang tuanya. Semenjak Mama sakit di tahun 2013, dia sudah harus terbiasa ditinggal berminggu-minggu oleh Papa karena Papa harus membawa Mama berobat dari rumah sakit yang satu ke rumah sakit yang lain, dari kota yang satu ke kota yang lain. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak yang menurut undang-undang dikategorikan masih di bawah umur bersama adiknya yang masih balita? Bagaimana hancur hatinya ketika harus menghadapi kenyataan bahwa ibunya tidak lagi dapat bertahan hidup setelah selama 32 hari dirawat di rumah sakit, sementara ayahnya harus mendekam di penjara?

Mama, betapa besar kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada keluarga kecil kita. Tuhan memberikan dua orang anak yang begitu tabah untuk melepas kepergian Mama di saat Papa harus menjalani proses hukum. Di saat Papa sudah tidak lagi mempunyai uang untuk menyewa pengacara, Tuhan pun mengutus orang-orang hebat dari Firma Hukum Ranik, Marcelina, dan Rekan untuk mendampingi Papa. Mereka bahkan tidak pernah absen mendampingi Papa di setiap persidangan, padahal mereka harus berangkat dari Pontianak ke Sanggau dan kembali ke Pontianak lagi. Sering mereka juga harus menyewa penginapan, tetapi mereka tidak pernah meminta imbalan sepeser pun.

Mama, Tuhan juga menunjukkan kebesaran-Nya melalui media sosial dan media massa. Banyak yang mendoakan Mama dan berharap agar Papa bisa segera dibebaskan. Hal ini ternyata juga menjadi salah satu pertimbangan Jaksa Penuntut Umum dalam menjatuhkan tuntutannya. Papa bersyukur karena Jaksa Penuntut Umum begitu bijaksana dengan menjatuhkan tuntutan lima bulan penjara terhadap Papa. Hal ini tentu saja akan membuka peluang besar untuk dapat mempertahankan status Pegawai Negeri Sipil Papa. Akan tetapi, Papa juga khawatir jika nanti vonis dijatuhkan kepada Papa dan status Papa berubah menjadi narapidana, tentu saja hal ini akan mengganggu masa depan karir Papa sebagai Pegawai Negeri Sipil karena pada kegiatan-kegiatan tertentu, seorang Aparatur Sipil Negara tidak boleh cacat di mata hukum. Bagaimana juga dengan kedua buah hati kita? Pasti mereka akan merasa minder dan malu karena papanya adalah seorang narapidana atau mantan narapidana ketika Papa bebas nanti.

Mama, Papa minta maaf karena hanya bisa berterus terang melalui surat ini. Kita tidak lagi bisa bersama di dunia ini. Kita tidak lagi bisa berbincang tentang hidup ini atau bertengkar tentang rencana esok hari. Sesaat sebelum peti jenazah Mama ditutup, betapa Papa harus menguatkan diri karena tidak lagi mendengar hembusan napas Mama. Kebersamaan dan cinta kasih kita selama ini, akan menjadi harta karun yang tak ternilai untuk Papa. Selamat jalan, wahai istriku. Doa dan cintaku selalu menyertaimu.

***

Pada kasus Fidelis ini, lagi-lagi kita menemui kekuatan cinta sekaligus ketidakberdayaannya ketika berhadapan dengan kekuasaan. Fidelis berhadapan dengan kekuatan yang hendak mengatur semua hidup manusia didalamnya. Kekuatan ini adalah kekuatan yang tidak pandang bulu. Kekuatan yang sejenis juga menghancurkan cinta Romeo pada Juliet, Sampek pada Engtay, atau Minke pada Annelies.

Benar belaka bahwa kisah tragis ini telah memperlihatkan keagungan dan keindahan cinta. Namun, dalam keseharian, kita juga perlu hidup praktis yang jauh dari romantisme. Kita perlu keadilan. Kita butuh kepatutan – mereka yang sungguh-sungguh bersalah dihukum.

Hanya dengan cara demikian kita bisa bertanya: adilkah semua perlakuan dari negara terhadap Fidelis Arie Sudewarto? Tidak adakah sedikit saja celah kemanusiaan untuk dia yang dihukum hanya karena mencari kesembuhan untuk istri yang amat dicintainya itu?

Hendaklah mereka yang memiliki nurani berbicara! ***

Sumber : https://indoprogress.com/2017/07/jangan-hukum-fidelis-karena-cintanya/

Bioskop XXI Paling Asyik di Semarang; Apa Saja?

Tipsiana.com - Kemana Anda menghabiskan liburan kali ini? Di luar kota atau cukup di kota tempat kelahiran Anda di Semarang? Seperti halnya kota-kota lain di Jawa Tengah, Semarang juga sangat terkenal dengan kebersihannya sehingga siapapun yang tinggal di kota ini—baik warga asli maupun pendatang—pasti sangat betah.

Bagi pecinta mal, mungkin Semarang tidaklah dapat menjanjikan pusat perbelanjaan selengkap ibukota propinsi lainnya. Namun jangan ditanya bagaimana pecinta bioskop di Semarang cukup dimanjakan dengan fasilitas menonton di kota ini. Memang, hingga saat ini Semarang ‘hanya’ memiliki dua studio XXI yakni Citra XXI dan Paragon XXI. Keduanya pun belum dilengkapi dengan studio The Premiere, namun jadwal bioskop Semarang cukup update dengan rilis film-film terbaru.


Tetapi, hal ini menjadi perhatian dari pemilik studio XXI dimana keduanya menawarkan kemewahan dan kenyamanan menonton yang tak kalah tinggi. Maklum, ekspektasi warga Semarang akan bioskop berkualitas sangat besar. Menonton bioskop adalah salah satu hiburan terfavorit sejak era 70an. Berbagai gedung bioskop dalam berbagai ‘kelas’ ada di kota ini.

Jika Anda bukan warga Semarang, namun Anda hendak berlibur di kota ini, Anda mungkin ingin mengetahui mana yang lebih asyik untuk dikunjungi. Sebenarnya, kedua bioskop XXI tersebut sama-sama memiliki daya tarik tersendiri.

Citra XXI adalah bioskop yang memiliki lima studio XXI. Dari namanya, tentu Anda sudah bisa menebak siapa pemilik dari bioskop ini. Pastinya, bioskop yang berada di Citraland Mall ini menjanjikan kualitas serta fasilitas prima. Selain karena lokasinya yang strategis di wilayah Simpang Lima, Citra XXI juga berada di dalam mal mewah khas pengembang ternama ini. Satu lagi yang menjadi daya tarik dari Citra XXI adalah harga tiket yang berada sedikit di bawah Paragon XXI.


Apakah hal ini berarti Paragon XXI mematok harga mahal untuk tiket masuknya? Sebenarnya, harga tiket bioskop yang terletak di Paragon City mal ini sama dengan studio XXI lainnya di seluruh Indonesia. Pelayanan yang diberikan pun sangat apik, selain dengan fasilitas mewah dan interior elegan di setiap studio deluxe yang dimilikinya. Yang paling menarik adalah Paragon XXI menguasai lantai 3 dan 4 di Paragon City Mall. Bisa dibayangkan berapa kapasitas penonton yang dapat ditampung.

Paragon XXI selalu menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin menyaksikan film bioskop terbaru, tanpa khawatir antrean super panjang dan kehabisan tiket. Hal ini pasti terjadi saat libur panjang, terutama libur lebaran dan liburan kenaikan kelas yang bersamaan seperti di tahun 2017 ini.


Bayangkan saja, ada film super laris seperti “Transformers: The Last Knight” yang dirilis serentak pada 21 Juni 2017. Setiap sekuel film robot super canggih ini selalu dipadati pengunjung, apalagi saat musim liburan. Nah, belum lagi saat hari raya pertama Idul Fitri, yang jatuh pada 25 Juni 2017. Empat film Indonesia terbaru yang diprediksi menjadi film terlaris seperti “Surat Kecil Untuk Tuhan”, “Jailangkung” dan juga “Sweet 20” dan “Insya Allah, Sah!” dirilis bersamaan. Biasanya, film Indonesia ditayangkan lebih lama di Citra XXI.

Bagi pemirsa cilik, ada tontonan asyik di akhir bulan Juni 2017, yakni “Despicable Me 3”. Biasanya, penonton cilik lebih suka menonton di Paragon XXI karena ruang tunggu studio deluxe menawarkan beragam permainan untuk mereka. Para pemirsa cilik tak akan kehabisan tontonan karena akan ada “Spider-Man: Homecoming” pada 5 Juli 2017.


Bioskop terbaru di Semarang adalah DP Mall XXI yang terletak di DP Mall Lt.3 Jl. Pemuda No.150 Semarang. Dengan tujuh studio deluxe dan 1 studio The Premiere, tentu bioskop ini menjadi alternatif paling pas bagi mereka yang ingin menikmati kemewahan studio The Premiere. Selain itu anda juga bisa mencoba alternatif bioskop terbaru lainnya di TransMart Setiabudi Semarang yang baru saja dibuka pada bulan Juni 2017 yang lalu.

Bulan Juni dan Juli adalah bulan 'baik’ bagi pecinta bioskop. Selain film-film tersebut diatas di bulan Juni, sederet film menghebohkan hadir di bulan Juli. Anda yang pernah sangat menggemari “Jumanji” yang dibintangi oleh almarhum Robin Williams, harus menyaksikan film “Jumanji” versi baru bersama dengan putera puteri Anda saat rilis perdana pada 28 Juli 2017. Di tanggal yang sama, ada pula film “Baywatch” serta “Atomic Blonde”.

Tak perlu bingung hendak menonton dimanapun karena ketiganya sama asyiknya!